Kesiapsiagaan dilakukan dengan memperkuat sarana pendukung oksigen, meningkatkan kapasitas tim respons kesehatan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat sebelum maupun selama periode rawan karhutla.
Dalam menjalankan program ini, Klinik Pratama Untan menggandeng berbagai pihak, di antaranya IDI Provinsi Kalimantan Barat, PDUI Kalbar, BAZNAS, ASA Foundation, Yayasan Putri Daerah Kalbar, Meddoc, Masyarakat Ekonomi Syariah, Gesma 89, Sedekah Nusantara, RSUD Kubu Raya, serta Pemerintah Daerah Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan mampu memperkuat respons kesehatan sekaligus mempercepat penanganan ketika masyarakat menghadapi dampak kabut asap.
Ke depan, Rumah Oksigen tidak hanya diharapkan menjadi solusi kesehatan di lingkungan Untan dan sekitarnya, tetapi juga berpeluang dikembangkan ke sejumlah kabupaten di Kalimantan Barat.
Dengan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, Rumah Oksigen Untan diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan masyarakat sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam menghadapi ancaman kesehatan akibat karhutla dan kabut asap. **












Discussion about this post