Pelatihan dilanjutkan dengan materi dan praktik penatalaksanaan bantuan karhutla yang disampaikan Dr. Poppy Novitarini M. Ked (An), SpAn-TI, Subsp M.N (K).
Peserta mendapatkan pemahaman mengenai hipoksia dan terapi oksigen, termasuk bagaimana memberikan bantuan yang tepat pada kondisi gangguan pernapasan akibat paparan asap.
Pembekalan ini sekaligus memperkuat keberadaan Rumah Oksigen atau Oksipoin, yang resmi beroperasi sejak 1 September 2026 sebagai fasilitas untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap karhutla.
Layanan penyediaan oksigen tersebut akan terus dievaluasi secara berkala setiap dua minggu, dengan keberlangsungannya menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Saat ini, Oksipoin telah memiliki Posko 1 di sekretariat utama Klinik Pratama Untan, Kota Pontianak, dan Posko 2 di halaman Kantor Bupati Kubu Raya. Sementara Posko 3 di Kabupaten Kayong Utara masih dalam tahap pengembangan.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Klinik Pratama UNTAN tidak hanya memperkuat fasilitas kesehatan, tetapi juga membangun kesiapan sumber daya manusia di lapangan.
Dengan relawan yang terlatih dan dukungan Rumah Oksigen, respons terhadap dampak kesehatan akibat karhutla diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat Kalimantan Barat menghadapi ancaman karhutla dan kabut asap.**












Discussion about this post