Dalam pelaksanaannya, KPwBI Kalbar menggandeng FEB UNTAN sebagai mitra penelitian. Tim peneliti dan enumerator akan melakukan pengumpulan data secara langsung di 174 kecamatan untuk memperoleh informasi aktual mengenai kondisi, potensi, dan tantangan usaha di berbagai wilayah Kalimantan Barat.
“Untuk menjaga kualitas dan konsistensi data, seluruh tim peneliti dan enumerator telah mendapatkan pelatihan intensif dengan menghadirkan SEM Institute. Pelatihan mencakup metodologi penelitian, pemahaman instrumen dan kuesioner, teknik wawancara, proses pengumpulan data, serta standar etika penelitian lapangan,” jelas Doni.
Hasil penelitian KPJU diharapkan dapat mendukung pemerintah daerah dalam mengidentifikasi sektor dan usaha yang potensial untuk diprioritaskan, sekaligus memberikan informasi bagi perbankan dan lembaga keuangan dalam melihat peluang pengembangan pembiayaan UMKM.
Bagi pelaku usaha, hasil pemetaan diharapkan dapat mendukung pengembangan kapasitas, perluasan pasar, peningkatan nilai tambah, dan penguatan keterhubungan dengan rantai pasok.
Pelaksanaan penelitian KPJU juga membutuhkan dukungan lintas pemangku kepentingan. KPwBI Kalbar mengajak pemerintah daerah, perangkat daerah terkait, perbankan, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), asosiasi usaha, pelaku UMKM, akademisi, serta berbagai mitra strategis untuk mendukung kelancaran penelitian dan pemanfaatan hasilnya.
Doni menyampaikan, ke depan, KPwBI Kalbar akan terus memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah, FEB UNTAN, lembaga pendidikan, perbankan, pelaku usaha, dan komunitas dalam mengoptimalkan potensi ekonomi daerah.
“Melalui penelitian KPJU 2026, pemetaan potensi hingga tingkat kecamatan diharapkan menjadi salah satu pijakan dalam mengembangkan komoditas, produk, dan jenis usaha unggulan berbasis potensi lokal, sekaligus memperkuat daya saing UMKM dan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat yang inklusif dan berkelanjutan,” imbuhnya.**









Discussion about this post