“Dulu memadamkan api sampai dibantu pihak Bomba dari negeri tetangga, namun setelah kebakaran berulang, kita mulai melatih tim pemadam dan mendorong penerapan sanksi,” paparnya.
Kebakaran hutan dan lahan lanjut dia tak hanya berdampak pada hilangnya tutupan hutan. Deforestasi dan degradasi lahan juga berdampak pada meningkatnya emisi.
“Secara nasional yang dilihat sekarang tingkat emisi yang keluar dari deforestasi dan degradasi, sehingga kita juga melakukan kegiatan penanaman untuk meningkatkan penyerapan emisi,” jelasnya.
Mewakili Direktur Bentang Kalimantan Tangguh, Khairuddin Zacky dalam pengantarnya mengatakan BKT berkomitmen penuh untuk terus mendukung upaya mitigasi serta adaptasi perubahan iklim di Provinsi Kalimantan Barat.
“Penyerahan unit mesin pemadam api ini merupakan langkah nyata kita bersama dalam memperkuat kesiapsiagaan di tingkat tapak—khususnya bagi para petugas dan operator pompa di UPT KPH yang menjadi garis terdepan penanganan karhutla,” jelasnya.
Dia berharap unit mesin pemadam api ini dapat dimanfaatkan secara optimal, dirawat dengan baik, serta semakin meningkatkan efektivitas kerja di lapangan.
“Kerja sama dan sinergi antara DLHK Provinsi Kalbar, BKT, serta seluruh pemangku kepentingan adalah kunci utama menjaga kelestarian hutan dan lingkungan Kalimantan Barat,” ujarnya.
Kepala Bidang Pengeloldaan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Hairil Anwar mengatakan sejauh ini Pemprov Kalimantan Barat mencatatkan kinerja positif penurunan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan
“Dari kinerja tersebutlah kita mendapatkan dukungan pendanaan untuk mengatasi perubahan iklim di Kalbar, termasuk penyerahan alat pemadam kebakaran hari ini,” ucapnya. **












Discussion about this post