Pendekatan inkubasi bisnis dipilih sebagai strategi untuk membangun pola pikir kewirausahaan sekaligus memperkuat kemampuan peserta dalam melihat peluang usaha yang berangkat dari potensi lokal.
Sebagai bagian dari program, peserta memperoleh materi dari Ana Fitriana, dosen Program Studi Manajemen FEB Untan, mengenai penguatan entrepreneurial mindset dan identifikasi potensi ekonomi lokal sebagai dasar penyusunan usaha yang berkelanjutan.
Selanjutnya, Muhammad Naufal Ginting, mahasiswa Program Studi Manajemen FEB Untan, memberikan pendampingan mengenai transformasi digital, pemasaran digital, serta workshop penyusunan ide bisnis yang aplikatif.
Melalui rangkaian pendampingan tersebut, peserta berhasil menyusun rancangan ide usaha berbasis potensi lokal, memahami tahapan penyusunan model bisnis, serta memperoleh wawasan mengenai pemanfaatan platform digital untuk memperluas pemasaran produk.
Luaran tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan wirausaha muda yang mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus memperkuat perekonomian kawasan perbatasan.
Selain memberikan manfaat bagi peserta, kegiatan ini juga menghasilkan komitmen awal antara Program Studi Manajemen FEB Untan dan Pemerintah Desa Entikong untuk melanjutkan kerja sama dalam bentuk pendampingan kewirausahaan masyarakat.
Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan serta mendorong lahirnya lebih banyak pelaku usaha muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Melalui KKM-PKM Internasional ini, Program Studi Manajemen FEB Untan menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat.
Ke depan, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan organisasi kepemudaan diharapkan terus diperkuat sehingga potensi lokal di kawasan perbatasan dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.**










Discussion about this post