Dengan pendekatan tersebut, 100 persen sampah yang dihasilkan SMARTFREN Run 2026 berhasil dialihkan dari TPA.
Sistem pengelolaan tersebut juga berhasil mencegah emisi gas rumah kaca sebesar 3.996 kilogram CO₂e. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan prinsip keberlanjutan dalam penyelenggaraan event dapat diwujudkan melalui indikator lingkungan yang konkret dan terukur.
Selain memastikan pengolahan sampah setelah kegiatan, edukasi dan pemilahan telah dilakukan sejak acara berlangsung. Petugas khusus ditempatkan di sejumlah titik untuk membantu peserta, kru, tenant, dan mitra menempatkan sampah sesuai kategorinya.
Pendekatan ini memastikan proses pemilahan dilakukan sejak dari sumber sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
Marketing Communication & Partnership Manager Waste4Change, Pandu Priyambodo, mengatakan, pengelolaan sampah pada event berskala besar membutuhkan sistem yang dirancang sejak awal.
“Kolaborasi bersama SMARTFREN menunjukkan, bahwa pemilahan dan pengolahan yang terintegrasi dapat mengalihkan seluruh sampah dari TPA serta menghasilkan dampak lingkungan yang terukur,”imbuhnya.
Penerapan Zero Waste to Landfill pada SMARTFREN Run 2026 menjadi bagian dari strategi keberlanjutan XLSMART yang diintegrasikan ke dalam aktivitas perusahaan, mulai dari operasional bisnis hingga interaksi dengan pelanggan dan masyarakat.
Pendekatan ini sejalan dengan aspirasi XLSMART untuk menjadi Most Loved Company dengan menghadirkan pengalaman yang memberikan nilai bagi pelanggan sekaligus menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Melalui SMARTFREN Run 2026, XLSMART menunjukkan bahwa prinsip keberlanjutan dapat diterapkan secara konkret dalam penyelenggaraan event berskala besar melalui perencanaan yang matang, kolaborasi antarpihak, serta hasil lingkungan yang dapat diukur. **










Discussion about this post