Laporan ini juga menunjukkan bahwa pekerja muda (usia 15–24 tahun) dan pekerja dewasa memiliki tingkat paparan terhadap GenAI yang relatif serupa. Namun demikian, terdapat kesenjangan gender yang cukup besar.
Perempuan memiliki kemungkinan lebih dari dua kali lipat dibandingkan laki-laki untuk bekerja pada pekerjaan dengan tingkat paparan tinggi terhadap GenAI. Ini mencerminkan tingginya konsentrasi perempuan pada pekerjaan administratif, kesekretariatan dan profesi profesional.
Studi ini juga mengidentifikasi adanya kesenjangan kesiapan (preparedness gap) yang cukup lebar di kawasan ini. Singapura menjadi contoh ekosistem AI yang sangat kompetitif secara global berkat kombinasi infrastruktur digital yang maju, ketersediaan talenta yang kuat serta pendekatan pemerintah secara menyeluruh dalam implementasi strategi AI.
Untuk memastikan inovasi AI mampu meningkatkan produktivitas, menciptakan pekerjaan yang berkualitas serta memberikan manfaat yang inklusif dan merata di seluruh ASEAN, laporan ini menggarisbawahi sejumlah prioritas regional.
Prioritas tersebut meliputi tata kelola AI yang berpusat pada manusia, pengembangan keterampilan yang inklusif melalui perluasan program peningkatan keterampilan (upskilling) dan pelatihan ulang (reskilling) dengan perhatian khusus bagi perempuan dan kaum muda, dukungan bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) guna mengatasi hambatan dalam mengadopsi AI, serta penguatan pertukaran pengetahuan dan koordinasi pengembangan sumber daya manusia di antara negara-negara anggota ASEAN.
“Memanfaatkan manfaat GenAI membutuhkan lebih dari sekadar akses terhadap teknologi,” ujar Christian Viegelahn, Ekonom ILO sekaligus penulis utama laporan tersebut.
“Peningkatan produktivitas bergantung pada investasi dalam modal manusia dan perlindungan sosial. Pada akhirnya, masa depan pasar kerja akan lebih ditentukan oleh pilihan kebijakan yang membangun kesiapan dan ketahanan pekerja, perusahaan, serta institusi, dibandingkan hanya oleh tingkat paparan terhadap AI semata,” imbuhnya. **










Discussion about this post