ADVERTISEMENT
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
Kamis, Agustus 13, 2026
Matrabisnis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
MATRA BISNIS
No Result
View All Result
  • About matrabisnis.id
  • ads BW-Media
  • Ads Meikarta
  • Contact Us
  • Galery
  • Home Page
  • Matra Bisnis
  • MB-ads
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
ADVERTISEMENT
Home News

AI Ubah Tenaga Kerja dan Industri Layanan Kesehatan

Matrabisnis by Matrabisnis
25 Juni 2026
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
Forum ILO keenam tentang AI dan dunia kerja mengeksplorasi bagaimana AI dapat mentransformasi layanan kesehatan, mendukung tenaga kesehatan dan memperluas akses terhadap layanan kesehatan tanpa meninggalkan pekerja rentan.(ist)

Forum ILO keenam tentang AI dan dunia kerja mengeksplorasi bagaimana AI dapat mentransformasi layanan kesehatan, mendukung tenaga kesehatan dan memperluas akses terhadap layanan kesehatan tanpa meninggalkan pekerja rentan.(ist)

ADVERTISEMENT

Diskusi ini berlangsung pada saat yang krusial ketika Indonesia tengah menjalankan agenda transformasi kesehatan yang ambisius, dengan fokus pada penguatan layanan kesehatan primer, layanan rujukan, ketahanan kesehatan, pembiayaan kesehatan, sumber daya manusia kesehatan serta teknologi kesehatan.

Di saat yang sama, Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk kekurangan dan ketimpangan distribusi tenaga kesehatan, meningkatnya permintaan terhadap layanan kesehatan akibat perubahan demografi dan penuaan penduduk, serta kesenjangan yang masih terus terjadi dalam akses terhadap layanan kesehatan berkualitas antara wilayah perkotaan dan perdesaan.

READ ALSO

Pembiayaan UMKM Lintas Sektor Capai Rp1.948,72 Triliun

Indeks Literasi Keuangan Indonesia 69,57 Persen

Simrin Singh, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, menekankan bahwa dampak AI terhadap sektor kesehatan di masa depan akan sangat bergantung pada bagaimana teknologi tersebut diatur dan diterapkan.

“AI harus dipandang sebagai alat pendukung, bukan pengganti tenaga kesehatan,” ujar Simrin.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, tantangan bagi para pembuat kebijakan, pengusaha dan pekerja adalah memastikan bahwa AI diterapkan dengan cara yang dapat meningkatkan hasil layanan kesehatan, memperkuat kondisi kerja, serta memperluas akses yang setara terhadap layanan kesehatan berkualitas.

Untuk mengeksplorasi berbagai peluang dan tantangan tersebut, forum ini menghadirkan beragam praktisi yang berada di garda terdepan layanan kesehatan. Para panelis terdiri dari dr. Laili Fathiyah, MPH, FISQua, Direktur Rumah Sakit Pelni; Dr. Naurah Zainar Aufaria, Sp.OK, praktisi kesehatan kerja yang berkiprah di sektor kelapa sawit di Papua dan Kalimantan Barat; dr. Adiwan Qodar, MM., CHRPF., CT, Asisten Deputi Kemitraan Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan; serta dr. Muhammad Dzaky Darmawan, Wakil Presiden Bidang Internal CIMSA Indonesia.

ADVERTISEMENT

Para panelis membahas bagaimana AI dapat mendukung tenaga kesehatan, meningkatkan alokasi sumber daya, memperkuat akuntabilitas dan efisiensi dalam pengelolaan klaim kesehatan, serta memperluas jangkauan layanan kesehatan ke daerah terpencil dan kurang terlayani.

Mereka juga menekankan pentingnya mengantisipasi berbagai risiko yang muncul seiring adopsi AI, seperti bias algoritma, perlindungan dan privasi data, kesenjangan akses terhadap teknologi, serta potensi dampaknya terhadap kondisi kerja, khususnya bagi pekerja dan kelompok masyarakat rentan yang menghadapi hambatan lebih besar dalam mengakses layanan kesehatan maupun teknologi digital.

Sesi ini juga diperkaya dengan pandangan dari perwakilan pekerja dan pengusaha. Afif Johan, Anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, menyoroti pentingnya kesiapan tenaga kerja, perlindungan pasien dan akses yang setara terhadap layanan kesehatan di era AI.

Sementara itu, Doddy Darmawan dari Komite Kesehatan Digital APINDO menekankan peran inovasi, infrastruktur digital dan pengembangan keterampilan dalam memastikan bahwa adopsi AI dapat mendukung keberlanjutan usaha sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

Dengan melibatkan lebih dari 100 peserta dari berbagai kelompok pemangku kepentingan, forum ini bertujuan untuk memastikan bahwa manfaat AI tidak hanya berkontribusi pada penguatan sistem kesehatan, tetapi juga pada terwujudnya pekerjaan yang layak, tempat kerja yang lebih aman serta akses layanan kesehatan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya mereka yang paling rentan.**

Page 2 of 2
Prev12
Tags: akal imitasi (AI)and Serving Vulnerable Indonesian Workers.dialog kebijakanEko Sulistijo Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Kesehatan.Health WorkforceIntersectionality in Action: A Deep Dive with Policymakers & Practitioners on AIJanine Berg Peneliti Senior di Departemen Riset ILO di Jenewamengubah sistem kesehatanMenteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi SadikinOrganisasi Perburuhan Internasional (ILO)Simrin Singh Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bank Kalbar Beri Pembekalan Keuangan dan Peluang Usaha ASN Sanggau

Next Post

MSCI Tahan Status Indonesia di Kategori Emerging Markets

Related Posts

Pembiayaan UMKM Lintas Sektor Capai Rp1.948,72 Triliun
News

Pembiayaan UMKM Lintas Sektor Capai Rp1.948,72 Triliun

13 Agustus 2026
Indeks Literasi Keuangan Indonesia 69,57 Persen
News

Indeks Literasi Keuangan Indonesia 69,57 Persen

13 Agustus 2026
Sensus Ekonomi 2026 di Kalbar Capai 68,62 Persen dari Target 82 Persen
News

Pertumbuhan Ekonomi Kalbar Melambat, Tapi Masih Solid

12 Agustus 2026
Penduduk Miskin Kalbar 313,37 Ribu Orang
News

Penduduk Miskin Kalbar 313,37 Ribu Orang

12 Agustus 2026
Hingga Juli, Satgas Pasti Hentikan 1.220 Entitas Keuangan Ilegal
News

Hingga Juli, Satgas Pasti Hentikan 1.220 Entitas Keuangan Ilegal

11 Agustus 2026
Sensus Ekonomi 2026 di Kalbar Capai 68,62 Persen dari Target 82 Persen
News

Sensus Ekonomi 2026 di Kalbar Capai 68,62 Persen dari Target 82 Persen

10 Agustus 2026
Next Post
OJK Dukung Percepatan Tiga Juta Rumah dengan Kebijakan SLIK

MSCI Tahan Status Indonesia di Kategori Emerging Markets

OJK Terbitkan Aturan Perilaku Financial Influencer

OJK Terbitkan Aturan Perilaku Financial Influencer

Peraturan Smart City Perlu Berperspektif Hak Digital yang Inklusif

Peraturan Smart City Perlu Berperspektif Hak Digital yang Inklusif

Discussion about this post

English   Indonesian

Pos-pos Terbaru

  • Pembiayaan UMKM Lintas Sektor Capai Rp1.948,72 Triliun
  • Indeks Literasi Keuangan Indonesia 69,57 Persen
  • XLSMART Berhasil Raih Kinerja Solid Semester I 2026
  • Pertumbuhan Ekonomi Kalbar Melambat, Tapi Masih Solid
  • Penduduk Miskin Kalbar 313,37 Ribu Orang

Arsip

ADVERTISEMENT

Tentang Matrabisnis.id

Matrabisnis.id adalah media online pengembangan dari media cetak Matra Bisnis yang berbentuk tabloid dan terbit secara mingguan setiap hari Rabu. Matra Bisnis merupakan media cetak pertama di Kalimantan Barat, yang fokus pada berita-berita ekonomi dan terbit perdana pada tahun 2015.
  • Redaksi

Copyright Matra Bisnis @2023

No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti

Copyright Matra Bisnis @2023

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.