Dalam perjalanan menuju Sibu, rombongan Honda Big BOS berkesempatan melintasi Jembatan Batang Lupar yang baru diresmikan pada 21 Mei 2026. Jembatan strategis yang menghubungkan kawasan Sebuyau dan Maludam tersebut menjadi salah satu infrastruktur terbaru di Sarawak yang mempercepat konektivitas antar wilayah.
Momen ini menjadi pengalaman istimewa karena para peserta menjadi salah satu kelompok pengendara internasional pertama yang menikmati fasilitas tersebut setelah resmi dibuka untuk umum. Etape perjalanan dari Sibu menuju Miri dan Miri menuju Serian menjadi salah satu pengalaman riding paling berkesan selama touring.
Jalur Pan Borneo Highway yang panjang, lebar, dan mulus memberikan pengalaman berkendara premium bagi seluruh peserta. Pada salah satu etape terpanjang, rombongan menempuh perjalanan hingga sekitar 750 kilometer dalam sehari. Jalur yang membelah wilayah Sarawak tersebut menghadirkan kombinasi antara kenyamanan berkendara, keindahan alam, dan tantangan endurance bagi para rider.
Perjalanan berlanjut memasuki Brunei Darussalam. Di negara yang dikenal sebagai Negeri Petro Dollar tersebut, rombongan menyempatkan diri mengunjungi Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien yang menjadi ikon utama Kota Bandar Seri Begawan.
Kemegahan arsitektur masjid dengan kubah emasnya menjadi salah satu destinasi favorit peserta untuk beristirahat sekaligus mengabadikan momen perjalanan. Rombongan juga melintasi Jembatan Sultan Haji Omar Ali Saifuddien yang membentang sepanjang 30 kilometer melintasi Teluk Brunei. Jembatan ini menghubungkan Bandar Seri Begawan dengan wilayah Temburong dan menjadi salah satu proyek infrastruktur paling monumental di Asia Tenggara.
Puncak perjalanan terjadi saat rombongan mencapai Tip of Borneo di Tanjung Simpang Mengayau, Kudat, Sabah. Lokasi ini merupakan titik paling utara Pulau Kalimantan yang mempertemukan Laut Cina Selatan dan Laut Sulu.
Setelah menikmati panorama laut yang spektakuler, perjalanan dilanjutkan menuju Kundasang melalui jalur pegunungan yang berkelok-kelok dengan latar belakang megah Gunung Kinabalu.
Kawasan Kundasang yang berada pada ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut menyuguhkan udara sejuk dan pemandangan alam yang sangat berbeda dibandingkan wilayah lain yang telah dilalui sebelumnya.
Pada 27 Mei 2026, bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, aktivitas riding dihentikan sementara. Beberapa peserta Muslim melaksanakan Shalat Idul Adha di Masjid Jamek Kundasang sebelum menikmati waktu istirahat bersama keluarga dan rekan komunitas.
Momen ini menjadi salah satu pengalaman yang berkesan karena para peserta dapat merayakan hari besar keagamaan di tengah perjalanan internasional dengan latar pemandangan Gunung Kinabalu yang ikonik. Di balik kelancaran perjalanan, terdapat tantangan tersendiri yang harus dihadapi panitia dan peserta, yaitu pengelolaan bahan bakar selama berada di Malaysia.
Kendaraan asing diwajibkan menggunakan BBM RON 97 karena BBM RON 95 merupakan bahan bakar bersubsidi yang hanya diperuntukkan bagi warga negara Malaysia.
Ketersediaan RON 97 yang tidak selalu tersedia di setiap SPBU mengharuskan panitia melakukan perencanaan detail mengenai titik pengisian bahan bakar, jarak tempuh, serta konsumsi BBM setiap kendaraan.
Perencanaan yang matang tersebut menjadi salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan perjalanan sejauh hampir 4.000 kilometer ini.
Setelah menyelesaikan seluruh rute perjalanan, rombongan kembali ke Pontianak pada 30 Mei 2026 dan menggelar Gala Dinner di Hotel Four Points Pontianak. Acara berlangsung hangat dengan pemutaran dokumentasi foto dan video perjalanan, hiburan live acoustic, pembagian doorprize dari sponsor, serta penyerahan cenderamata berupa peci manik-manik bermotif etnik Dayak dari Astra Motor Kalimantan Barat, sebagai simbol apresiasi kepada seluruh peserta.
Menurut Arman Rafik, Big Bike Sub Department Head Astra Motor Head Office, Borneo Journey Vol. 2 menjadi bukti bahwa touring bukan hanya tentang menempuh jarak jauh, tetapi juga tentang membangun persaudaraan, memperluas wawasan, serta mengenalkan keindahan Pulau Borneo kepada komunitas internasional.
“Melalui Borneo Journey Vol. 2, Honda Big BOS berhasil menghadirkan pengalaman riding lintas negara yang aman, penuh tantangan, sekaligus sarat nilai kebersamaan dan kehangatan bersama Honda Big Bike. Perjalanan ini menjadi salah satu touring paling berkesan yang pernah kami selenggarakan,” kata Arman Rafik.
Kegiatan Honda Big BOS Borneo Journey Vol. 2 2026 mendapat dukungan dari Astra Motor, NJS Helmet, Ikatan Motor Indonesia (IMI), IMI Mobilitas, PT Daya Adicipta Motora, dan RRMF Apparel.**











Discussion about this post