2. Pengembangan produk turunan nilam dan perluasan akses pasar, baik domestik maupun internasional serta
3. Penguatan koordinasi lintas pemangku kepentingan, yang melibatkan pemerintah daerah, UMKM, akademisi dan sektor swasta.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyambut baik kemitraan ini sebagai langkah konkret untuk mewujudkan visi Banda Aceh sebagai Kota Parfum yang berdaya saing global.
“Banda Aceh memiliki semua bahan untuk menjadi kota parfum berkelas dunia. Kolaborasi dengan ILO merupakan sebuah langkah nyata untuk mempersiapkan ekosistem yang tepat dala mewujudkan visi tersebut,” ujar Wali Kota Illiza.
Sementara Simrin Singh, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, menegaskan dukukingan ILO dalam memperkuat UMKM secara berkelanjutan di Banda Aceh.
“Kolaborasi ini memastikan UMKM, termasuk pelaku usaha nilam, di kota ini memiliki akses yang lebih besar dan baik terhadap pembiayaan, pasar dan peningkatan kapasitas. Ini semakin memperkuat upaya kami dalam membangun ekosistem rantai nilai yang inklusif, produktif dan mampu menciptakan lapangan kerja yang layak,” kata Simrin.
Kolaborasi ILO dan Pemerintah Kota Banda Aceh ini diharapkan mampu menciptakan dampak nyata bagi pelaku UMKM setempat, memperluas peluang ekonomi, serta menjadikan Banda Aceh sebagai model pengembangan ekonomi berbasis komoditas unggulan yang berkelanjutan dan inklusif.**














Discussion about this post