Menghadapi Jalan Berlubang: Saat berboncengan, suspensi bekerja lebih berat. Febri Andrian menyarankan pengendara untuk melakukan prediksi bahaya dari jarak jauh. Hindari pengereman mendadak di atas lubang; sebaiknya kurangi kecepatan sebelum mencapai lubang dan posisikan tubuh serta penumpang tetap tegak untuk menjaga keseimbangan.
Melewati Titian Papan atau Jalur Sempit: Keseimbangan adalah kunci. Pengendara harus memastikan penumpang tidak melakukan gerakan tiba-tiba. Febri Andrian menekankan agar pandangan pengendara lurus ke depan (bukan ke bawah roda) dan menjaga putaran gas tetap stabil agar motor tidak goyang saat melintasi papan atau jalur sempit.
Posisi Penumpang yang Benar: Penumpang harus menghadap ke depan dan memeluk atau memegang pinggang pengendara secara ringan. Hindari duduk menyamping karena sangat berisiko fatal saat motor harus bermanuver di jalan berlubang atau titian sempit.
Gunakan Perlengkapan Lengkap (#Cari_aman): Baik pengendara maupun penumpang wajib menggunakan Helm SNI, jaket, dan sepatu sebagai perlindungan standar yang tidak boleh ditawar.
Cek Kondisi Ban & Suspensi: Pastikan tekanan angin ban sesuai standar untuk beban berboncengan. Ban yang kurang angin akan sangat berbahaya dan sulit dikendalikan saat melintasi jalan bergelombang atau titian papan.
Astra Motor Kalimantan Barat berkomitmen untuk terus konsisten memberikan edukasi keselamatan berkendara. “Dengan pemahaman teknis yang benar, perjalanan berboncengan di medan apa pun tidak hanya sampai ke tujuan, tapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi semua,” tutup Febri Andrian.**

















Discussion about this post