Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak hanya bertujuan memberikan bantuan langsung kepada masyarakat terdampak, tetapi juga menghasilkan pengetahuan yang dapat dimanfaatkan secara lebih luas.
Hasil pengalaman lapangan yang dikumpulkan oleh tim kemudian diolah menjadi materi ilmiah yang sistematis dan aplikatif. Dengan demikian, buku ini diharapkan dapat menjadi sumber pembelajaran bagi tenaga kesehatan, relawan kebencanaan, maupun mahasiswa di bidang kesehatan.
Buku Manajemen Kesehatan Terpadu dalam Penanggulangan Bencana Banjir membahas berbagai aspek penting dalam penanganan kesehatan pada situasi bencana.
Materi yang disajikan meliputi karakteristik bencana banjir, manajemen penyakit menular di pengungsian, penanganan infeksi saluran pernapasan akut pada anak korban banjir, intervensi gizi darurat, dukungan psikososial bagi korban trauma, hingga pengelolaan sanitasi dan logistik farmasi di wilayah terdampak.
Selain itu, buku ini juga membahas peran edukasi kesehatan dalam mencegah wabah penyakit pascabencana serta pentingnya koordinasi lintas sektor dalam penanggulangan masalah kesehatan bencana.
Penyusunan buku ini dilakukan secara sistematis agar dapat digunakan sebagai panduan praktis bagi tenaga kesehatan, akademisi, relawan, serta pemangku kepentingan yang terlibat dalam penanggulangan bencana banjir.
Melalui kegiatan ini, Universitas Tanjungpura kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.
Penyerahan buku ini diharapkan dapat memperluas diseminasi pengetahuan mengenai manajemen kesehatan bencana serta memperkuat kesiapsiagaan berbagai pihak dalam menghadapi bencana banjir di masa depan. Kolaborasi antara akademisi, tenaga kesehatan, mahasiswa, dan institusi menjadi kunci penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Dengan adanya publikasi ilmiah seperti ini, pengalaman lapangan yang diperoleh dari kegiatan kemanusiaan dapat terus dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran dan pengembangan kebijakan di bidang kesehatan masyarakat.**










Discussion about this post