Fasilitas yang dibangun itu bukan hanya produksi semata, tapi ekosistem industri aluminium yang terintegrasi, mencakup pasokan bahan baku, energi, infrastruktur hingga pengembangan sumber daya manusia, tambahnya.
Ia menambahkan, proyek tersebut berpotensi memberikan penerimaan negara hingga Rp6,6 triliun per tahun dan mengerek cadangan devisa hingga Rp52 triliun, serta menciptakan lapangan kerja bagi 65.472 orang.
Sejalan dengan hal tersebut, CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menegaskan, hilirisasi ini merupakan prioritas utama dalam transformasi ekonomi nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Program hilirisasi merupakan agenda strategis nasional yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto sekaligus fokus utama Danantara dalam mendorong transformasi ekonomi nasional,” katanya.
Ke depan, proyek hilirisasi ini diharapkan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan, dan berdaya saing global.** (Kominfo BPKP Kalbar/HAP)












Discussion about this post