Pertumbuhan pengguna QRIS di Kalimantan Barat per Desember 2025 telah digunakan oleh sebanyak 781.800 user mencapai 104 persen dari target 752.230 user dengan volume transaksi 64.936.421 transaksi atau 183,45 persen dari target 35.397.893 kali transaksi. Sementara merchant QRIS tercatat 485.732 merchant atau 111,38 persen dari target 436.087 merchant.
Adapun kategori merchant untuk usaha menengah sebanyak 2 persen, usaha kecil 25 persen, usaha besar 3 persen dan usaha mikro 70 persen.
Secara nasional, pengguna QRIS telah mencapai angka 58 juta user dengan volume transaksi 6,5 miliar dan 40 juta merchant.
Sementara APMK (Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu), untuk kartu ATM tercatat 41.379 kartu dan kartu debet sebanyak 5.279.907 kartu serta mesin ATM 1.494 unit. Volume belanja 691.844 dengan nominal belanja Rp 472,866 juta.
Di Kalimantan Barat jumlah uang elektronik tercatat sebanyak 3.851.810, jumlah mesin reader 661, volume belanja 4.221.263 dengan nominal belanja Rp 389.791 juta. Khusus e-commerce bertumbuh sebesar 38 persen secara tahunan (yoy) dengan nominal belanja Rp 787,73 miliar.
Di sektor ketahanan pangan, BI memberikan dukungan program ketahanan pangan dan proyek strategis di Kalbar.
Diungkapkan Doni, beras SPHP di Kalbar pada 2025 terealisasi sebanyak 36,77 ribu ton dari target 37,11 ribu ton (99,08 persen). Sedangkan penyaluran bantuan pangan terealisasi sebanyak 294.391 PBP (sudah memenuhi 100 persen target). Pembangunan gudang pangan Bulog telah dilakukan penambahan gudang baru sebanyak 4 unit di Kabupaten Ketapang, Sambas, Landak dan Bengkayang.
Sementara penambahan Luas Tambah Tanam (LTT) padi tercatat 11.63 ribu hektar dengan realisasi34,09 persen dari target. Pengadaan jagung sebanyak 265,15 ton dari target 16,4ribu ton (1,62 persen).
Adapun proyek strategis nasional di Kalimantan Barat dengan target investasi sebesar Rp 104,55 triliun di Kabupaten Mempawah, terdiri dari hilirisasi bauksit-alumina, smelter grade alumina refinery (SGAR) fase II dan new aluminium smelter.
Untuk perluasan Kawasan Industri (KI) di Kabupaten Landak dengan target investasi sebesar Rp 2,3 triliun, Pulau Penebang Rp 76,39 triliun, Kabupaten Ketapang Rp 29,33 triliun dan KI Alumina Toba Rp 25,78 triliun.
“Rencana kerja Bank Indonesia ke depan, utamanya adalah melanjutkan sinergi dalam berbagai aspek penguatan ekonomi daerah. Di antaranya adalah pengendalian inflasi, pengembangan UMKM dan ekonomi syariah serta digitalisasi sistem pembayaran,” imbuh Doni Septadijaya. **
Pewarta/Editor; Yuli.s









Discussion about this post