Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat (Kalbar) mencatat pergerakan inflasi pada Desember 2025 tercatat sebesar 1,85 persen secara tahunan (yoy) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,80. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi secara tahunan pada Desember 2025, masih didominasi oleh emas perhiasan, beras, ikan kembung, cabai rawit, telur ayam ras, ikan baung, mobil, ikan nila, sigaret kretek mesin (SKM), udang basah, ikan tongkol, angkutan udara, minyak goreng, dan ikan bandeng.
BPS mencatat, harga berbagai komoditas pada Desember 2025 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Secara bulanan (mtm) permintaan telur ayam ras menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 serta naiknya harga pakan, menjadi penyumbang inflasi sebesar 0,13 persen (mtm).
“Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kalbar di lima kabupaten/kota pada Desember 2025 terjadi inflasi (yoy) sebesar 1,85 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 106,82 pada Desember 2024 menjadi 108,80 pada Desember 2025. Tingkat inflasi mtm sebesar 0,28 persen dan tingkat inflasi ytd (year to date) sebesar 1,85 persen,” jelas Kepala BPS Provinsi Kalimantan Barat, Muh. Saichudin dalam rilis BRS pada Senin 5 Januari 2026 di Pontianak.
Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi (yoy) di antaranya daging ayam ras, bawang putih, sawi hijau, sabun detergen bubuk, tomat, ikan bawal, daging babi, telepon seluler, popok sekali pakai/diapers, jeruk, dan pengharum cucian/pelembut.
Sedangkan komoditas yang memberikan andil/ sumbangan deflasi mtm, daging ayam ras, beras, ikan tongkol, kacang panjang, ikan tenggiri, buncis, terong, dan bayam.
“Penyumbang utama inflasi Desember 2025 secara mtm adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,13 persen. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah, cabai rawit, cabai merah, telur ayam ras, wortel, dan bawang merah,” ungkap Saichudin.
Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kayong Utara sebesar 2,54 persen dengan IHK sebesar 109,44 dan terendah di Kota Pontianak sebesar 1,50 persen dengan IHK sebesar 107,92.
Pergerakan inflasi secara nasional juga dirilis oleh Bank Indonesia (BI) yang mengungkapkan, bahwa IHK 2025 tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen. Inflasi IHK pada Desember 2025 di Indonesia tercatat sebesar 0,64 persen (mtm), sehingga secara tahunan inflasi IHK 2025 menjadi 2,92 persen (yoy).










Discussion about this post