Namun demikian, pergerakan kargo justru mengalami penurunan. Pada tahun 2024, penerbangan kargo tercatat sebanyak 87 flight, sementara pada 2025 turun menjadi 76 flight, atau mengalami penurunan sekitar 13 persen.
Joko menjelaskan, mayoritas penumpang yang datang ke Kalimantan Barat masih didominasi dari rute domestik, khususnya Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta.
“Untuk rute internasional, pergerakan penumpang juga mulai terlihat meningkat, dengan tujuan favorit masih ke Kuching,” katanya.
Ia menambahkan, meningkatnya jumlah trafik penumpang menunjukkan adanya pertumbuhan minat masyarakat dalam menggunakan jasa transportasi udara. Pihak Bandara Supadio terus berupaya meningkatkan layanan agar minat pengguna jasa penerbangan tetap terjaga, termasuk pada rute-rute yang dilayani selama periode libur panjang. (ant)












Discussion about this post