“Kebijakan impor harus dibuka secara luas agar distribusi lebih merata dan mencegah monopoli,” ujarnya.
Optimisme Haji Munaji terhadap solusi ini cukup beralasan. Ia percaya bahwa jika kebijakan HET diterapkan secara efektif. Maka harga daging sapi segar bisa kembali stabil seperti sebelum merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat membuat harga daging melonjak drastis. Saat itu, harga daging sapi segar berkisar Rp125 ribu per kilogram.
“Kalau harga stabil, disparitas antara daging segar dan daging beku nggak akan terlalu jauh. Masyarakat pun akan cenderung memilih daging segar karena lebih terjangkau,” ujar Haji Munaji.
Solusi ini bukan cuma soal menstabilkan harga, tapi juga memberdayakan para petani dan peternak lokal. Dengan kebijakan yang tepat, mereka bisa bersaing di pasar tanpa harus khawatir tergilas oleh daging beku ilegal.
Idul Adha bukan sekadar ritual tahunan. Bagi umat Islam, hari raya ini adalah momentum untuk berbagi kepada sesama melalui kurban. Namun, ketika harga daging melambung tinggi, banyak masyarakat yang kesulitan untuk mengikuti tradisi ini.
Oleh karena itu, upaya pemerintah dalam menstabilkan harga daging menjadi sangat krusial. Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga soal keberlangsungan nilai-nilai sosial yang terkandung dalam Idul Adha. Bayangkan kalau harga daging terus melonjak, apakah makna berbagi dalam kurban masih bisa dirasakan oleh semua orang?
Menyongsong Idul Adha 2025, pemerintah dituntut untuk lebih proaktif dalam mengantisipasi lonjakan harga daging. Selain menetapkan HET, langkah-langkah strategis seperti pengawasan distribusi daging beku ilegal dan optimalisasi produksi lokal juga perlu ditingkatkan.
Bagi masyarakat, Idul Adha adalah momen spesial yang patut disambut dengan sukacita. Namun, tanpa kebijakan yang tepat, momen ini bisa berubah menjadi beban ekonomi. Untuk itulah, kolaborasi antara pemerintah, peternak, dan konsumen menjadi kunci sukses dalam menyambut hari raya penuh berkah ini.
Biar tidak kena drama harga daging melonjak, simak tips berikut ini:
- Beli daging secukupnya sesuai kebutuhan : Jangan boros, beli aja yang benar-benar kamu butuhkan.
- Cermati harga daging segar dan beku di pasar : Bandingkan harga biar nggak kena mark-up.
- Pertimbangkan alternatif protein lain : Ayam atau ikan juga enak kok buat menu Idul Adha.
- Ikuti program subsidi atau distribusi daging murah dari pemerintah : Manfaatkan program-program yang ada.
Idul Adha 2025 masih beberapa pekan lagi, tapi isu-isu seputar harga daging sudah mulai mengemuka. Dengan solusi konkret yang diajukan oleh Haji Munaji, diharapkan stabilitas harga daging dapat terwujud.
Sebab, di balik perayaan Idul Adha, ada nilai-nilai luhur yang harus tetap terjaga demi kebahagiaan bersama.
“Semoga Idul Adha 2025 menjadi momentum keberkahan bagi seluruh umat Islam di muka bumi ini,” Haji Munaji memungkasi.**
Discussion about this post