ADVERTISEMENT
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
Kamis, Oktober 1, 2026
Matrabisnis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
MATRA BISNIS
No Result
View All Result
  • About matrabisnis.id
  • ads BW-Media
  • Ads Meikarta
  • Contact Us
  • Galery
  • Home Page
  • Matra Bisnis
  • MB-ads
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi Bisnis

Pemda Diminta Tidak Kendor Lakukan Strategi 4 K

Matrabisnis by Matrabisnis
24 April 2024
in Ekonomi Bisnis
Reading Time: 4 mins read
A A
Pertemuan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalimantan Barat di Pontianak, Selasa.(matra)

Pertemuan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalimantan Barat di Pontianak, Selasa.(matra)

ADVERTISEMENT

Mencermati dampak terjadinya perang/tekanan geopolitik antara Israel dan Iran terhadap melemahnya nilai tukar, melambungnya harga minyak dunia serta dampaknya bagi harga komoditas dan tingkat inflasi global termasuk Indonesia, Pemerintah daerah (Pemda) diminta untuk tidak kendor melakukan sinergi, serta langkah-langkah Strategi 4 K (Kestabilan Harga, Kelancaran Distribusi, Ketersediaan Pasokan dan Komunikasi Efektif).

Dalam pertemuan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pj Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) bersama Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Barat, Selasa 23 April 2023 di Pontianak, juga dibahas upaya khusus optimasi lahan (Opla) rawa di Kalbar tahun anggaran 2024.

READ ALSO

Penerimaan Cukai Hingga Agustus Capai Rp 174,8 Miliar

Kinerja Fiskal Regional Catat Tren Positif, Pendapatan Negara Terkumpul Rp 9,69 Triliun

“Kita ketahui bersama, bahwa angka inflasi Kalbar untuk bulan Maret 2024 secara tahunan (yoy) sebesar 2,51 persen di bawah angka nasional sebesar 3,05 persen. Kalbar berada dalam peringkat sepuluh provinsi, dengan angka inflasi terendah secara nasional. Saya mengucapkan terima kasih secara khusus kepada Kota Pontianak serta Kabupaten/Kota IHK dan Non IHK lainya, yang terus mendukung pengendalian inflasi Kalimantan Barat,” ujar Pj Gubernur Kalbar, Harisson.

ADVERTISEMENT

Diungkapkan, bahwa berdasarkan data Indeks Perkembangan  (IPH) sepanjang bulan Maret 2024, menunjukkan komoditi beras sebagai penyumbang IPH tertinggi, namun hingga minggu ke tiga bulan April, komoditi beras tidak muncul lagi sebagai penyumbang IPH, pasca penyaluran bantuan pangan beras tahap pertama (Januari – Maret), seiring dengan masuknya periode panen raya sepanjang Maret-April.

Sehingga untuk penyaluran tahap ke dua bulan April – Juni, Bapanas kembali menghimbau Kepala Daerah untuk mendukung penyaluran tersebut,, dan rutin memantau beberapa komoditas pangan yang harganya cenderung meningkat, seperti bawang merah, bawang putih,minyak goreng, daging ayam ras, dan gula pasir.

“Khusus untuk bawang putih, berkurangnya pasokan bawang putih secara global membuat persaingan pasar semakin tinggi, yang berdampak pada kenaikan harga pasaran global (harga bawang putih di negara asal (China) hingga mencapai USD 1400–1500 per ton Honan dan USD 1700/ton Kating),” kata Harisson.

Nur Asyura Anggini Sari, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar dalam pemaparannya mengungkapkan, data historis enam tahun terakhir kota-kota sampel inflasi di Kalbar, arah inflasi secara umum tergambar dari Kabupaten Sintang sebagai outlier. Tahun 2024, ada penambahan dua kota sampel inflasi, yaitu Kabupaten Kayong Utara dan Ketapang.

Kabupaten Ketapang selama kuartal 1 2024 menjadi pendorong inflasi Kalbar dengan angka inflasi secara tahunan, Januari, Februari dan Maret 2024 sebesar 4,31 persen, 3,5 persen dan 2,75 persen. Berdasarkan data historis inflasi (yoy) tahun 2019 hingga Maret 2024, komoditas penyumbang inflasi terbesar adalah bensin, rokok kretek filter, angkutan udara, bahan bakar rumahtangga, dan minyak goreng.

“Komoditas-komoditas tersebut, mempengaruhi kenaikan harga komoditas lain, terutama ongkos angkut distribusi yang dipengaruhi oleh bensin dan angkutan udara,” tutur Anggini.

ADVERTISEMENT

Komoditas-komoditas bahan bakar rumahtangga dan minyak goreng berpengaruh terhadap kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran. Sedangkan komoditas rokok kretek filter, salah satunya mempengaruhi sub kelompok pemeliharaan, perbaikan, dan keamanan tempat tinggal/perumahan.

“Sedangkan inflasi Pangan Bergejolak tahun 2019 hingga Maret 2024, utamanya didorong penyumbang inflasi oleh komoditas telur ayam ras, minyak goreng, daging ayam ras, beras, bawang putih, dan cabai rawit,” katanya.

Untuk komoditas telur ayam ras dan daging ayam ras, salah satunya dipengaruhi oleh meningkatnya harga pakan jagung, permintaan telur di masyarakat, serta program pemerintah dalam penanganan stunting.

Komoditas cabai rawit dan beras, menjadi salah satu penyumbang inflasi dengan frekuensi tinggi, terutama pada beberapa waktu belakangan ini karena adanya fenomena elnino tahun 2023, pembatasan impor oleh negara produsen, serta banjir sentra produksi di awal tahun 2024.

Page 1 of 2
12Next
Tags: HarissonHigh Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPIDKepala Perwakilan Bank Indonesia KalbarNur Asyura Anggini SariPj Gubernur KalbarStrategi 4 Ktidak kendor
ADVERTISEMENT
Previous Post

Asmo Kalbar dan Auto 2000 Sinergi #Cari_aman

Next Post

Saatnya Optimasi Lahan Rawa Menjadi Sawah

Related Posts

Penerimaan Cukai Hingga Agustus Capai Rp 174,8 Miliar
Ekonomi Bisnis

Penerimaan Cukai Hingga Agustus Capai Rp 174,8 Miliar

26 September 2026
Kinerja Fiskal Regional Catat Tren Positif, Pendapatan Negara Terkumpul Rp 9,69 Triliun
Ekonomi Bisnis

Kinerja Fiskal Regional Catat Tren Positif, Pendapatan Negara Terkumpul Rp 9,69 Triliun

25 September 2026
Pegadaian Kembali Raih ISO 22301 : 2019, Bukti Ketangguhan & Kehandalan Pegadaian
Ekonomi Bisnis

Pegadaian Kembali Raih ISO 22301 : 2019, Bukti Ketangguhan & Kehandalan Pegadaian

20 September 2026
Dari Darat, Air Hingga Udara, QRIS Menyebar Tanpa Batas
Ekonomi Bisnis

Dari Darat, Air Hingga Udara, QRIS Menyebar Tanpa Batas

18 September 2026
6th IPOSC 2026: Pertemuan Edukasi Petani Sawit Berkelanjutan
Ekonomi Bisnis

6th IPOSC 2026: Pertemuan Edukasi Petani Sawit Berkelanjutan

14 September 2026
Peraturan Devisa Hasil Ekspor SDA Diharap Menarik Minat Eksportir
Ekonomi Bisnis

Indeks Orientasi Bisnis Perbankan Berada di Zona Optimis

12 September 2026
Next Post
Pemda Diminta Tidak Kendor Lakukan Strategi 4 K

Saatnya Optimasi Lahan Rawa Menjadi Sawah

Kemnaker Luncurkan Program K3 Nasional Kedua

Kemnaker Luncurkan Program K3 Nasional Kedua

Trafik Data Indosat Melonjak 17 Persen Sepanjang Idul Fitri

Trafik Data Indosat Melonjak 17 Persen Sepanjang Idul Fitri

Discussion about this post

English   Indonesian

Pos-pos Terbaru

  • Untan Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Nilai Ideologi di Lingkungan Kampus
  • OJK Cabut Izin Usaha PT CSIF
  • Perluas Layanan MBG ke Wilayah 3T, BGN Siapkan 480 Dapur SPPG
  • BPKP Dorong Peningkatan Kapabilitas APIP
  • RUPSLB Indosat Sahkan Perpanjangan Masa Jabatan Vikram Sinha

Arsip

ADVERTISEMENT

Tentang Matrabisnis.id

Matrabisnis.id adalah media online pengembangan dari media cetak Matra Bisnis yang berbentuk tabloid dan terbit secara mingguan setiap hari Rabu. Matra Bisnis merupakan media cetak pertama di Kalimantan Barat, yang fokus pada berita-berita ekonomi dan terbit perdana pada tahun 2015.
  • Redaksi

Copyright Matra Bisnis @2023

No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti

Copyright Matra Bisnis @2023

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.