ADVERTISEMENT
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
Kamis, Juli 2, 2026
Matrabisnis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
MATRA BISNIS
No Result
View All Result
  • About matrabisnis.id
  • ads BW-Media
  • Ads Meikarta
  • Contact Us
  • Galery
  • Home Page
  • Matra Bisnis
  • MB-ads
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
ADVERTISEMENT
Home News

Pasar Tenaga Kerja Global Semakin Memburuk

Matrabisnis by Matrabisnis
7 Desember 2022
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
Pertemuan regional Asia-Pasifik ke 17 yang berlangsung 6-9 Desember 2022.
Lebih dari 500 delegasi dari 33 negara di kawasan Asia Pasifik dan Negara-negara Arab, termasuk Indonesia, menghadiri gelaran akbar ILO ini.(ist)

Pertemuan regional Asia-Pasifik ke 17 yang berlangsung 6-9 Desember 2022. Lebih dari 500 delegasi dari 33 negara di kawasan Asia Pasifik dan Negara-negara Arab, termasuk Indonesia, menghadiri gelaran akbar ILO ini.(ist)

ADVERTISEMENT

Pada awal tahun 2022, jumlah jam kerja global telah pulih dengan kuat, terutama pada pekerjaan dengan keterampilan lebih tinggi dan di kalangan perempuan. Namun, pendorongnya adalah peningkatan pekerjaan informal, yang membahayakan tren formalisasi selama 15 tahun.

Situasi memburuk sepanjang tahun, dan pada kuartal ke tiga 2022 perkiraan ILO adalah, bahwa tingkat jam kerja berada pada 1,5 persen di bawah tingkat pra-pandemi, yang berarti defisit 40 juta pekerjaan penuh waktu.

READ ALSO

Untan Kukuhkan Sembilan Guru Besar Baru

KORPRI Untan Masa Bakti 2026 – 2031 Dikukuhkan

Selain ongkos kemanusiaan yang mengerikan, perang di Ukraina memiliki dampak negatif yang dramatis pada ekonomi negara dan pasar tenaga kerja. ILO memperkirakan bahwa lapangan kerja pada 2022 akan berada pada 15,5 persen (2,4 juta pekerjaan) di bawah tingkat pra-konflik tahun 2021.

ADVERTISEMENT

Proyeksi ini tidak serendah estimasi ILO pada April 2022, segera setelah konflik mulai, bahwa 4,8 juta pekerjaan akan hilang. Perubahan positif tersebut merupakan akibat dari menyusutnya jumlah wilayah Ukraina yang diduduki atau yang sedang dalam pertempuran aktif. Namun, pemulihan pasar tenaga kerja parsial ini masih kecil dan sangat rapuh, lansir Pemantauan ILO.

ADVERTISEMENT

Jumlah besar pengungsi internal dan pengungsi yang mencari pekerjaan di Ukraina dan di tempat lain, menambah tantangan dan kemungkinan akan menciptakan dorongan penurunan pada upah.

Laporan ini memperkirakan, 10,4 persen dari total tenaga kerja sebelum perang di negara tersebut sekarang menjadi pengungsi di negara lain. Sejumlah 1,6 juta dari kelompok ini sebagian besar adalah perempuan, dengan banyak yang sebelumnya bekerja di sektor pendidikan, kesehatan dan perawatan sosial. Sebuah survei baru-baru ini menemukan bahwa, sejauh ini, 28 persen pengungsi Ukraina yang disurvei telah menemukan pekerjaan berupah atau wiraswasta di negara penerima mereka.

Dampak konflik tersebut, dirasakan di pasar tenaga kerja negara-negara tetangga yang dapat menyebabkan destabilisasi politik dan pasar tenaga kerja di negara-negara tersebut.

Lebih jauh lagi, di Asia Tengah dan secara global, hal itu tercermin dalam harga-harga yang semakin meningkat dan fluktuatif serta meningkatnya kerawanan pangan dan kemiskinan.

Laporan tersebut menyerukan dialog sosial, yang akan digunakan untuk menciptakan kebijakan yang diperlukan untuk melawan penurunan pasar tenaga kerja. Ini seharusnya tidak hanya bereaksi terhadap inflasi tetapi fokus pada implikasi yang lebih luas untuk pekerjaan, perusahaan, dan kemiskinan.

ILO memperingatkan terhadap pengetatan kebijakan yang berlebihan yang dapat menyebabkan kerusakan yang tidak semustinya pada pekerjaan dan pendapatan di negara maju dan berkembang. **

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Direktur Jenderal ILOGilbert F. Houngboilopasar tenaga kerja globalsemakin memburuk
ADVERTISEMENT
Previous Post

Gojek Luncurkan GoCar Instan di Bandara Supadio

Next Post

Akhir Tahun, Astra Motor Gelar Promo Spektakuler

Related Posts

Untan Kukuhkan Sembilan Guru Besar Baru
News

Untan Kukuhkan Sembilan Guru Besar Baru

1 Juli 2026
KORPRI Untan Masa Bakti 2026 – 2031 Dikukuhkan
News

KORPRI Untan Masa Bakti 2026 – 2031 Dikukuhkan

1 Juli 2026
OJK Pertegas Pengawasan Terhadap TAFS
News

OJK Pertegas Pengawasan Terhadap TAFS

30 Juni 2026
LENTERA Batas Negeri 2026, BI Perkuat Kedaulatan Rupiah di Wilayah 3T
News

LENTERA Batas Negeri 2026, BI Perkuat Kedaulatan Rupiah di Wilayah 3T

28 Juni 2026
Rusunawa Untan dan SBM ITB Dorong Mahasiswa Berpikir Sistemik
News

Rusunawa Untan dan SBM ITB Dorong Mahasiswa Berpikir Sistemik

27 Juni 2026
DJP Kalbar Gelar BDS UMKM Ngehit, UMKM Melejit
News

DJP Kalbar Gelar BDS UMKM Ngehit, UMKM Melejit

27 Juni 2026
Next Post
Akhir Tahun, Astra Motor Gelar Promo Spektakuler

Akhir Tahun, Astra Motor Gelar Promo Spektakuler

Sisternet Siapkan Pemilik UMKM Hadapi Tantangan 2023

Sisternet Siapkan Pemilik UMKM Hadapi Tantangan 2023

Yayasan AHM Tanam Seribu Mangrove Rambai

Yayasan AHM Tanam Seribu Mangrove Rambai

Discussion about this post

English   Indonesian

Pos-pos Terbaru

  • OJK Tegaskan Komitmen Perkuat Keuangan Berkelanjutan
  • Untan Kukuhkan Sembilan Guru Besar Baru
  • KORPRI Untan Masa Bakti 2026 – 2031 Dikukuhkan
  • OJK Pertegas Pengawasan Terhadap TAFS
  • Berantas Online Scams Lintas Negara, OJK-UNODC Perkuat Kerjasama

Arsip

ADVERTISEMENT

Tentang Matrabisnis.id

Matrabisnis.id adalah media online pengembangan dari media cetak Matra Bisnis yang berbentuk tabloid dan terbit secara mingguan setiap hari Rabu. Matra Bisnis merupakan media cetak pertama di Kalimantan Barat, yang fokus pada berita-berita ekonomi dan terbit perdana pada tahun 2015.
  • Redaksi

Copyright Matra Bisnis @2023

No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti

Copyright Matra Bisnis @2023

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.