ADVERTISEMENT
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
Jumat, April 3, 2026
Matrabisnis
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
No Result
View All Result
MATRA BISNIS
No Result
View All Result
  • About matrabisnis.id
  • ads BW-Media
  • Ads Meikarta
  • Contact Us
  • Galery
  • Home Page
  • Matra Bisnis
  • MB-ads
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
ADVERTISEMENT
Home OPINI

Belajar Mengasah Kepekaan Hidup Bersama Alam dan Manusia

Cerita Keberhasilan Vaksinasi Covid-19 kepada Suku Terasing Kajang dan Kelompok Rentan di Bantaeng, Sulawesi Selatan

Matrabisnis by Matrabisnis
8 November 2022
in OPINI
Reading Time: 5 mins read
A A
Ilustrasi tim vaksinasi.(ist)

Ilustrasi tim vaksinasi.(ist)

ADVERTISEMENT

Alhasil, karena hutan seluas 332 hektar itu sebagian masih perawan, tim kesehatan pun tak jarang harus berjuang ekstra. Perjalanan tiga jam itu pas menggambarkan peribahasa Sunda, nete akar, ngeumbing jangkar alias menitiakar dan menggelantung pada surai pepohonan.

Dan benar kata orang Barat, no pain no gain. Segala kesulitan itu pun berbuah manis. Tanpa melalui strategi khusus, hanya mendatangi warga dari pintu ke pintu, dibantu warga yang membentuk tim-tim kesehatan terdiri dari 4-5 orang, plus pemuka adat dan aparat untuk pengamanan, vaksinasi pun berjalan lancar. Warga enam desa, yakni lima desa Kajang luar dan satu Desa Kajang dalam pun tervaksinasi.

READ ALSO

Menutup Tax Gap: Reformasi Pajak yang Harus Diikuti Pengusaha

Mudah, Pengajuan dan Cek Pemberitahuan NPPN melalui Coretax

“Dosis vaksinasi 1 mencapai sekitar 81 persen target. Vaksinasi tahap dua baru 50 persen. Yang ketiga yang masih tergolong rendah, baru 10 persen,”kata Muksin.

Soal dosis ketiga ini tersebar kabar, bahwawarga sudah merasa cukup dengan dua kali vaksinasi.  Sementara ini warga banyak yang belum memahami bahwa vaksinasi booster adalah merupakan vaksinasi lanjutan yang juga harus diambil. “Ini tantangan tersendiri. Kami akan kembali lebih mengefektifkan gerakan door to door, kata Pak Bolong. Yang harus juga dipecahkan adalah formulasi waktu, karena masyarakat Kajang adalah masyarakat yang cukup sibuk berladang atau berburu. Mereka sering tidak berada di rumah pada saat-saat tertentu.

Sama dengan tantangan di Kajang, vaksinasi untuk kalangan difabel di Kabupaten Bantaeng, Makassar, pun memunculkan tantangan tersendiri. Vaksinasi kepada kalangan ini, dilakukan karena sebagaimana warga lainnya, mereka juga memiliki hak yang sama dan setara.

Pada sisi ini, baik Ibu Hera maupun Ibu Nur Aikisa, 31 tahun, seorang guru pendamping di Sekolah LuarBiasa (SLB) di Lasepang, Bantaeng, berperan sangat signifikan. Manakala Covid-19 merebak, kata Ibu Nur, dirinya tergerak melakukan usaha untuk memberikan penyuluhan tentang vaksinasi dan edukasi penerapan protokol kesehatan Covid-19, baik di sekolah, di rumah atau pun dalam keseharian bermasyarakat. Siswa-siswanya ia bekali agar mau dan taat dalam menggunakan masker, mencuci tangan dengan benar, menjaga jarak, serta aturan lainnya.

Hal itu bahkan ia lakukan tidak hanya kepada siswa difabel, melainkan pula orang tua mereka. Didampingi tenaga Kesehatan yang tentu lebih kompeten menerangkan, Nur dengan cara sederhana, menggunakan gambar-gambar, menerangkan segala hal tentang Covid kepada para siswa didiknya yang mengalami difabel. Tujuannya, selain mereka mengerti, juga mau menjalani vaksinasi pada saatnya.

Di sisi lain, Ibu Hera yang dibantu 13 faskes, rumah sakit, klinik Bhayangkara dan klinik Kodim, bergerak melakukan vaksinasi untuk kaum difabel. Tim Kesehatan Kabupaten Bantaeng bahkan berkali-kali melakukan pendataan, menganalisis titik-titik lokasi warga difabel yang sulit dijangkau atau terisolasi. Setelah terdata, langsung mereka datangi.

Kabar-kabar hoaks juga menjadi tantangan besar buat tim. “Beredar kabar hoaks bahwa setelah divaksinasi akan sakit. Ada juga kabar bahwa dalam jangka dua tahun setelah vaksinasi, orang bisa meninggal. Macam-macamlah,”kata ibu Hera. Belum lagi banyaknya KIPI atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi berupa gejala dan keluhan yang timbul setelah vaksinasi, di antaranya demam, sakit sendi, dan lain-lain.

Untunglah, tim punya solusi tersendiri. “Karena sadar harus intens, kami pun mengusung program “Edutabo, atau Edukasi Tanpa Bosan’. Tim ini kerap memiliki jadwal padat seperti mengunjungi tempat-tempat pelayanan untuk mengedukasi, membagikan leaflet, dan memberikan vaksinasi.

Hasilnya? “Capaian vaksinasi tahap 1 sudah tergolong baik, yaitu sebesar 83 persen. Namun masih perlu peningkatan kembali agar bisa lebih mencapai target,” kata Hera, mengungkap data pers 22 Oktoberlalu. Sementara untuk vaksinasi tahap 2 baru mencapai sekitar  53 persen, dan vaksinasi booster baru 11,8 persen.

ADVERTISEMENT

Hidup seolah meniscayakan akulturasi, target tim adat Kajang pun sederhana saja, layaknya prinsip hidup Suku Kajang yang mengajarkan 4 hal penting guna menjaga kesehatan, keamanan, serta keselamatan dunia akhirat, di antaranya;  menjaga pandangan mata (hal  yang dilihat), menjaga mulut (lisan yang diucapkan), menjaga tangan (hal yang dilakukan), serta menjaga kaki (setiap langkah hidup).

Demikian suku Kajang berharap kepada setiap masyarakatnya, maupun pengunjung yang ingin bertandang ke wilayah adat mereka. Ketika keempat hal ini dilakukan secara tulus sukarela untuk menjaga bumi, alam sekitar dan setiap penghuninya, maka tidaklah sulit bagi Suku Kajang untuk secara terbuka menerima vaksinasi sebagai bentuk kepedulian menjaga diri, orang lain, dan alam tempat mereka tinggal dari ancaman Covid-19.

Karena sesungguhnya kesadaran itulah yang mahal dan telah menjadi cara Suku Kajang hidup selama ini agar tetap lestari di alamnya. Sementara kesadaran dan dorongan kuat dari masyarakat Bantaeng perihal dalam perjuangan melawan Covid-19 sebenarnya tidak muluk-muluk.

ADVERTISEMENT

“Yang kami inginkan sederhana saja, semua warga bisa divaksin, tahap satu, dua dan booster. Demi Kesehatan bersama,” kata Hera, mewakili tim tenaga kesehatan di salah satu unit layanan Kabupaten Bantaeng.

Demikianlah pelajaran dua kisah perjuangan kalangan terbatas Suku Kajang dan masyarakat difabel di Bantaeng.  Keduanya berusaha hidup bersama alam dan penghuninya agar selamat dari Covid-19, dengan siap menerima vaksin lengkap sebagai bentuk pertahanan melindungi diri dan orang lain.**

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BulukumbaPak BolongSulawesi SelatanTanah Kajang
ADVERTISEMENT
Previous Post

Produk Tiga Perusahaan Farmasi Dicabut BPOM

Next Post

Pemanfaatan Alsintan Tingkatkan Produksi dan Provitas

Related Posts

Menutup Tax Gap: Reformasi Pajak yang Harus Diikuti Pengusaha
OPINI

Menutup Tax Gap: Reformasi Pajak yang Harus Diikuti Pengusaha

4 Desember 2025
Mudah, Pengajuan dan Cek Pemberitahuan NPPN melalui Coretax
OPINI

Mudah, Pengajuan dan Cek Pemberitahuan NPPN melalui Coretax

3 Desember 2025
Insentif Pajak 2025: Manfaatkan Peluang Keringanan Pajak untuk Masyarakat
OPINI

Insentif Pajak 2025: Manfaatkan Peluang Keringanan Pajak untuk Masyarakat

2 Desember 2025
Banyak UMKM Kena Pemeriksaan Pajak, Apa Penyebabnya?
OPINI

Banyak UMKM Kena Pemeriksaan Pajak, Apa Penyebabnya?

30 November 2025
Flexing Pajak, Bukan Cuma Pamer Kaya
OPINI

Flexing Pajak, Bukan Cuma Pamer Kaya

29 November 2025
Waspada Penipuan Berkedok Pajak: Kenali Kanal Resmi DJP
OPINI

Waspada Penipuan Berkedok Pajak: Kenali Kanal Resmi DJP

28 November 2025
Next Post
Pemanfaatan Alsintan Tingkatkan Produksi dan Provitas

Pemanfaatan Alsintan Tingkatkan Produksi dan Provitas

Dinas TPH Kalbar Berikan Bimtek Pengawasan Alsintan

Dinas TPH Kalbar Berikan Bimtek Pengawasan Alsintan

Banyak Untung Beli Motor dengan Promo Champion

Banyak Untung Beli Motor dengan Promo Champion

Discussion about this post

English   Indonesian

Pos-pos Terbaru

  • Telkomsel Integrasikan Mode Dasar Instagram dengan SIMPATI
  • OJK Lantik Sejumlah Pejabat Strategis
  • Untan Mulai Pemeriksaan Narkoba bagi Mahasiswa Baru
  • Nilai Neraca Perdagangan Kalbar Surplus 66,63 Juta Dolar
  • Kalbar Catat Inflasi 0,25 Persen, Terendah Selama 2026

Arsip

ADVERTISEMENT

Tentang Matrabisnis.id

Matrabisnis.id adalah media online pengembangan dari media cetak Matra Bisnis yang berbentuk tabloid dan terbit secara mingguan setiap hari Rabu. Matra Bisnis merupakan media cetak pertama di Kalimantan Barat, yang fokus pada berita-berita ekonomi dan terbit perdana pada tahun 2015.
Telkomsel Integrasikan Mode Dasar Instagram dengan SIMPATI
Digital

Telkomsel Integrasikan Mode Dasar Instagram dengan SIMPATI

by Matrabisnis
2 April 2026
0

Mempertegas komitmen dalam menghadirkan pengalaman akses digital yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia, Telkomsel mengumumkan integrasi Mode Dasar Instagram (Instagram...

Read more
OJK Lantik Sejumlah Pejabat Strategis

OJK Lantik Sejumlah Pejabat Strategis

2 April 2026
Untan Mulai Pemeriksaan Narkoba bagi Mahasiswa Baru

Untan Mulai Pemeriksaan Narkoba bagi Mahasiswa Baru

2 April 2026
Nilai Neraca Perdagangan Kalbar Surplus 66,63 Juta Dolar

Nilai Neraca Perdagangan Kalbar Surplus 66,63 Juta Dolar

2 April 2026
Kalbar Catat Inflasi 0,25 Persen, Terendah Selama 2026

Kalbar Catat Inflasi 0,25 Persen, Terendah Selama 2026

2 April 2026

Recent Posts

  • Telkomsel Integrasikan Mode Dasar Instagram dengan SIMPATI
  • OJK Lantik Sejumlah Pejabat Strategis
  • Untan Mulai Pemeriksaan Narkoba bagi Mahasiswa Baru
  • Nilai Neraca Perdagangan Kalbar Surplus 66,63 Juta Dolar

Copyright Matra Bisnis @2023

No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti

Copyright Matra Bisnis @2023

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.