ADVERTISEMENT
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
Kamis, Juli 2, 2026
Matrabisnis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
MATRA BISNIS
No Result
View All Result
  • About matrabisnis.id
  • ads BW-Media
  • Ads Meikarta
  • Contact Us
  • Galery
  • Home Page
  • Matra Bisnis
  • MB-ads
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
ADVERTISEMENT
Home Komoditi

Desa Pusaka Sambas Hadirkan Produk Inovasi Teh Sappang

Matrabisnis by Matrabisnis
31 Oktober 2022
in Komoditi
Reading Time: 2 mins read
A A
Teh Sappang, produk inovasi dari Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.(ist)

Teh Sappang, produk inovasi dari Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.(ist)

ADVERTISEMENT

KAYU sappang atau sepang kemudian juga dikenal secang, yang diolah dan dikemas menarik dengan merek Teh Sappang, kini menjadi produk inovasi Desa Pusaka, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Hadirnya produk tersebut tidak terlepas dari sosok Kepala Desa Pusaka, Elpani yang terinspirasi dari Gubernur Kalbar saat berkunjung di Kecamatan Tebas, yang menyampaikan betapa banyaknya tanaman herbal yang belum digali potensinya.

“Untuk sappang ini sebenarnya sudah lama diolah sebagai bahan minuman herbal oleh masyarakat. Hanya saja untuk kemasan jadi dan dipasarkan yang masih belum. Nah, saat Gubernur Kalbar kunjungan kerja bahas soal produk herbal saya terinspirasi untuk mengembangkan sepang siap sedu dan kami mulai Juli 2022 lalu,” ujar Kepala Desa Pusaka, Elpani.

READ ALSO

Koperasi Srikandi Jaya Sambas Kembangkan Sistem Pertanian Integrasi Lada, Kopi dan Kambing

BRIN Kembangkan Lembaran Jeruk Gamindo B

Ia menambahkan, bahwa saat itu Gubernur Kalbar bercerita tentang negeri Tirai Bambu yang salah satu produk unggulan wisatanya adalah ramuan herbal yang diipoles dengan pemasaran obat kuat. Kemudian dikaitkan di Kabupaten Sambas, Gubernur Kalbar, Sutarmidji mengatakan potensinya sangat banyak seperti bajakah, sappang, kunyit hitam, jerangau merah dan lainnya namun tidak dikemas dan dipublikasi dengan baik.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

“Mulai sejak itu jadi bagaimana tanaman sappang  yang masih banyak di belakang rumah warga bisa dimanfaatkan untuk produk bernilai ekonomis tinggi. Saat itu belum bernilai karena saat menanam tanaman lain seperti kelapa,durian dan lainnya sappang malah di tebang dan kayunya tidak dimanfaatkan. Sementara kita semua tahu bahwa sappang ini merupakan campuran minuman dari zaman nenek moyang kita,” jelas dia.

Ia mengatakan saat ini tanaman Sappang di Desa Pusaka mudah didapat meski tidak sebanyak beberapa kurun waktu lalu seiiring pertumbuhan penduduk dan pertanian. Berkurangnya jumlah sappang karena memang kurangnya pengetahuan tentang manfaatnya yang mengakibatkan orang menebang pohon sappang karena pohon sappang identik dengan memiliki duri yang tajam.

Page 1 of 2
12Next
Tags: desa pusaka sambasElpaniKepala Desa Pusakateh sappang
ADVERTISEMENT
Previous Post

Duka Korsel, 153 Orang Tewas dalam Tragedi Itaewon

Next Post

Indonesia Diprediksi Aman dari Ancaman Resesi

Related Posts

Koperasi Srikandi Jaya Sambas Kembangkan Sistem Pertanian Integrasi Lada, Kopi dan Kambing
Komoditi

Koperasi Srikandi Jaya Sambas Kembangkan Sistem Pertanian Integrasi Lada, Kopi dan Kambing

23 Juni 2026
BRIN Kembangkan Lembaran Jeruk Gamindo B
Komoditi

BRIN Kembangkan Lembaran Jeruk Gamindo B

19 April 2026
Stok Beras Nasional Naik 3,9 Juta Ton
Komoditi

Stok Beras Nasional Naik 3,9 Juta Ton

23 Maret 2026
Asian Agri Hadirkan Bibit Topaz di IPOSC 2025 di Pontianak
Komoditi

Asian Agri Hadirkan Bibit Topaz di IPOSC 2025 di Pontianak

26 September 2025
Gapoktan Tani Makmur Binaan BI Kalbar Panen Raya 490 Ton Padi
Komoditi

Gapoktan Tani Makmur Binaan BI Kalbar Panen Raya 490 Ton Padi

24 Januari 2025
Petani Karet Perlu Jaga Kualitas Saat Harga Naik
Komoditi

Petani Karet Perlu Jaga Kualitas Saat Harga Naik

8 Desember 2024
Next Post
Indonesia Diprediksi Aman dari Ancaman Resesi

Indonesia Diprediksi Aman dari Ancaman Resesi

ILO Prediksi Pasar Tenaga Kerja Global Semakin Memburuk

ILO Prediksi Pasar Tenaga Kerja Global Semakin Memburuk

Pesta Hallowen Paling Mematikan di Itaewon

Pesta Hallowen Paling Mematikan di Itaewon

Discussion about this post

English   Indonesian

Pos-pos Terbaru

  • DJP Tunjuk Empat Marketplace sebagai Pemungut PPH
  • Makin Ekspresif, New Honda BeAT Hadir Sesuai Gaya Hidup Terkini
  • Raih Podium Perdana, Valrossi dan CRF250R Melesat di Kejurnas Motocross Bekasi
  • BPKP Kalbar Dukung Penguatan Tata Kelola Desa
  • Harganas ke-33 Kalbar Gaungkan “Ayah Wajib Hadir”, Wujudkan Generasi Emas Indonesia 2045

Arsip

ADVERTISEMENT

Tentang Matrabisnis.id

Matrabisnis.id adalah media online pengembangan dari media cetak Matra Bisnis yang berbentuk tabloid dan terbit secara mingguan setiap hari Rabu. Matra Bisnis merupakan media cetak pertama di Kalimantan Barat, yang fokus pada berita-berita ekonomi dan terbit perdana pada tahun 2015.
  • Redaksi

Copyright Matra Bisnis @2023

No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti

Copyright Matra Bisnis @2023

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.