ADVERTISEMENT
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
Jumat, April 3, 2026
Matrabisnis
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
No Result
View All Result
MATRA BISNIS
No Result
View All Result
  • About matrabisnis.id
  • ads BW-Media
  • Ads Meikarta
  • Contact Us
  • Galery
  • Home Page
  • Matra Bisnis
  • MB-ads
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
ADVERTISEMENT
Home Digital

Startup yang Ingin Sukses Harus Bangun Network

Chandra Firmanto : Ide Tak Ada Apa-apanya Tanpa Eksekusi

Matrabisnis by Matrabisnis
11 Mei 2022
in Digital, News, Sosok
Reading Time: 3 mins read
A A
Chandra Firmanto, Managing Partner Indogen Capital. (matra)

Chandra Firmanto, Managing Partner Indogen Capital. (matra)

ADVERTISEMENT

INDOGEN Capital, perusahaan modal ventura terkemuka asal Indonesia berinvestasi pada perusahaan rintisan (startup) tahap awal (post-seed stage up to series A) di wilayah Asia Tenggara. Membantu pengembangan perusahaan rintisan (startup) Tanah Air, investnya sudah lebih di 30 perusahaan.

Sayangnya di Pontianak, Kalimantan Barat belum tersentuh sama sekali, masih nol, lantaran dinilai belum memenuhi kriteria. Masalah di tempat kita (Pontianak), kata Chandra Firmanto, adalah pada networkingnya. “Kalau memang mau berhasil, harus bangun network di Jakarta,” imbuh dia.

READ ALSO

Telkomsel Integrasikan Mode Dasar Instagram dengan SIMPATI

OJK Lantik Sejumlah Pejabat Strategis

Chandra Firmanto, Managing Partner Indogen Capital, perusahaan modal ventura tajir asal Indonesia, yang fokus berinvestasi pada perusahaan-perusahaan rintisan (startup) memberi saran kepada pelaku usaha rintisan atau startup di daerah, terutama Kota Pontianak, agar membangun network di di Jakarta, jika ingin sukses.

“Network dan pengalaman ini gak bisa diabaikan. Jika ingin berhasil atau dilirik investor, harus dibangun dengan pergaulan dan pengalaman kerja atau pengalaman bisnis,” kata Chandra kepada media ini via WhatsApp.

ADVERTISEMENT

Menurut dia, masalah utama di daerah adalah kendala network yang membuat perusahaan rintisan tidak begitu melesat. Dia mencontohkan, seperti Steven Sang dari GudangAda atau Budi Handoko dari Shipper, yang asalnya dari Kalbar, kini sukses membangun startup yang akan jadi unicorns dalam waktu dekat.

Kata Chandra, Indogen saat ini sudah invest ke lebih dari 30-an perusahaan, sementara dari Pontianak masih nol. “Soalnya kita invest ke yang sudah well performed aja, dari portofolio VC (Venture Capital) lain. Kita gak invest early banget, jadi pre series A series A sampai B,” jelas Chandra.

Artinya, pilihan invest hanya yang best  saja. “Malahan biasa startup nya kalau cari investor taruh duit udah gampang. Yang mereka perlu adalah, ekosistem untuk kerjasama. Makanya kita bawa grup Jababeka, Mahaka, Unicorn Startups dan listed companies untuk kerjasama dengan startup,” kata Chandra lagi.

Perkembangan dunia maya terus melesat. Ekosistemnya lagi naik daun. Lihat saja perkembangan Web 2.0 yang saat ini sudah familiar dan digandrungi masyarakat, sekarang malah sudah muncul Web 3.0 yang fokus ke crypto NFT (not-Fungible Token) dan internet of thing.

“Padahal Web 2.0 masih hot, sekarang sudah muncul Web 3.0. Ini yang harus dicermati oleh para pemain startup jika ingin berhasil,” tutur Chandra.

Dia bilang, Indogen Capital tak akan melirik startup yang hanya masih ide. Karena ide tidak ada apa-apanya, kecuali berhasil dieksekusi. Yang dititikberatkan adalah pada pertumbuhan revenue dari startup tersebut. Karena, investor pada dasarnya tak hanya sekadar memberikan uang, tetapi juga menawarkan value atau memberi kekuatan pada startup untuk berkembang.

ADVERTISEMENT

Asal tahu saja, Web3  atau web 3.0 adalah teknologi yang memanfaatkan machine learning dan big data, dengan kecerdasan buatan sebagai landasan.

Sebelunya Web 1.0 dimulai pada 1990-an, yakni hari-hari awal internet. Saat itu web adalah cara mendemokratisasi akses ke informasi.

Berikutnya pertengahan 2000-an ada web 2.0, saat nama-nama besar seperti Google, Amazon, Facebook hingga Twitter muncul. Platform besar itu menertibkan internet dengan mempermudah koneksi dan transaksi online.

Page 1 of 2
12Next
Tags: Chandra FirmantoEkosistem startupIndogen CapitalKota PontianakManaging Partner Indogen CapitalNetworkstartupVenture CapitalWeb 3.0
ADVERTISEMENT
Previous Post

Inflasi Terjadi di Semua Kota, Kalbar 1,15 Persen

Next Post

Bantuan Kemanusiaan Jangkau 6,4 Juta Orang di Ukraina

Related Posts

Telkomsel Integrasikan Mode Dasar Instagram dengan SIMPATI
Digital

Telkomsel Integrasikan Mode Dasar Instagram dengan SIMPATI

2 April 2026
OJK Lantik Sejumlah Pejabat Strategis
News

OJK Lantik Sejumlah Pejabat Strategis

2 April 2026
Untan Mulai Pemeriksaan Narkoba bagi Mahasiswa Baru
News

Untan Mulai Pemeriksaan Narkoba bagi Mahasiswa Baru

2 April 2026
Kalbar Catat Inflasi 0,25 Persen, Terendah Selama 2026
News

Kalbar Catat Inflasi 0,25 Persen, Terendah Selama 2026

2 April 2026
Tersangka Kasus Dugaan Tindak Pidana Perbankan Diamankan
News

Tersangka Kasus Dugaan Tindak Pidana Perbankan Diamankan

28 Maret 2026
OJK Akhiri Kebijakan Stimulus untuk Dampak Covid-19
News

OJK Hormati Putusan KPPU Terkait Dugaan Pelanggaran Pindar

28 Maret 2026
Next Post
Bantuan Kemanusiaan Jangkau 6,4 Juta Orang di Ukraina

Bantuan Kemanusiaan Jangkau 6,4 Juta Orang di Ukraina

Putin Salahkan Barat Atas Krisis Global Saat Ini

Putin Salahkan Barat Atas Krisis Global Saat Ini

Buruh Demo Lagi, Bentangkan Spanduk Tuntutan

Buruh Demo Lagi, Bentangkan Spanduk Tuntutan

Discussion about this post

English   Indonesian

Pos-pos Terbaru

  • Telkomsel Integrasikan Mode Dasar Instagram dengan SIMPATI
  • OJK Lantik Sejumlah Pejabat Strategis
  • Untan Mulai Pemeriksaan Narkoba bagi Mahasiswa Baru
  • Nilai Neraca Perdagangan Kalbar Surplus 66,63 Juta Dolar
  • Kalbar Catat Inflasi 0,25 Persen, Terendah Selama 2026

Arsip

ADVERTISEMENT

Tentang Matrabisnis.id

Matrabisnis.id adalah media online pengembangan dari media cetak Matra Bisnis yang berbentuk tabloid dan terbit secara mingguan setiap hari Rabu. Matra Bisnis merupakan media cetak pertama di Kalimantan Barat, yang fokus pada berita-berita ekonomi dan terbit perdana pada tahun 2015.
Telkomsel Integrasikan Mode Dasar Instagram dengan SIMPATI
Digital

Telkomsel Integrasikan Mode Dasar Instagram dengan SIMPATI

by Matrabisnis
2 April 2026
0

Mempertegas komitmen dalam menghadirkan pengalaman akses digital yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia, Telkomsel mengumumkan integrasi Mode Dasar Instagram (Instagram...

Read more
OJK Lantik Sejumlah Pejabat Strategis

OJK Lantik Sejumlah Pejabat Strategis

2 April 2026
Untan Mulai Pemeriksaan Narkoba bagi Mahasiswa Baru

Untan Mulai Pemeriksaan Narkoba bagi Mahasiswa Baru

2 April 2026
Nilai Neraca Perdagangan Kalbar Surplus 66,63 Juta Dolar

Nilai Neraca Perdagangan Kalbar Surplus 66,63 Juta Dolar

2 April 2026
Kalbar Catat Inflasi 0,25 Persen, Terendah Selama 2026

Kalbar Catat Inflasi 0,25 Persen, Terendah Selama 2026

2 April 2026

Recent Posts

  • Telkomsel Integrasikan Mode Dasar Instagram dengan SIMPATI
  • OJK Lantik Sejumlah Pejabat Strategis
  • Untan Mulai Pemeriksaan Narkoba bagi Mahasiswa Baru
  • Nilai Neraca Perdagangan Kalbar Surplus 66,63 Juta Dolar

Copyright Matra Bisnis @2023

No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti

Copyright Matra Bisnis @2023

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.