ADVERTISEMENT
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
Senin, Februari 2, 2026
Matrabisnis
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
No Result
View All Result
MATRA BISNIS
No Result
View All Result
  • About matrabisnis.id
  • ads BW-Media
  • Ads Meikarta
  • Contact Us
  • Galery
  • Home Page
  • Matra Bisnis
  • MB-ads
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
ADVERTISEMENT
Home Komoditi

Kembalikan Keharuman Rempah Indonesia

Matrabisnis by Matrabisnis
14 Maret 2022
in Komoditi
Reading Time: 3 mins read
A A
POTONET

POTONET

ADVERTISEMENT

Menurut ilmuwan Rusia A.M.Petrov, sebetulnya kayu manis yang beredar di bangsa Romawi berasal dari Asia Tenggara dan India Selatan. Para pedagang Arab merahasiakan tempat asal rempah ini sehingga pembeli hanya bisa mendapatkannya dari mereka.

Pada masa kolonial, para dokter dan apoteker diberi tugas untuk mengumpulkan, mencatat dan membuat ilustrasi rempah-rempah beserta kegunaan dan tempatnya tumbuh. Dokter Jacobus Bontius adalah pegawai VOC yang gigih memadukan hasrat meneliti alam dan merawat orang sakit.

READ ALSO

Asian Agri Hadirkan Bibit Topaz di IPOSC 2025 di Pontianak

Gapoktan Tani Makmur Binaan BI Kalbar Panen Raya 490 Ton Padi

Dia membuat karya berjudul De Medicina Indorum berisi gambaran pengamatan terhadap penyakit di Batavia, cara perawatan, penggambaran alam terkait tumbuhan yang dianggap berkhasiat.

Pengobatan tradisional Indonesia –yang pada perjalanannya dipengaruhi sistem pengobatan dari China, India dan Arab– telah tersurat dalam kitab-kitab kuno Nusantara hingga relief candi Borobudur. Sejak dulu kala, masyarakat telah bergantung kepada alam untuk penyehatan dan penyembuhan. Rempah adalah bagian dari sistem pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi melalui lisan dan tulisan.

Kegunaan dari jamu, diakui oleh dokter di Indonesia sejak dahulu kala. Pada akhir 1930, Abdul Rasyid dan Seno Sastroamijoyo menganjurkan jamu digunakan sebagai upaya pencegahan untuk mengganti obat. Sembilan tahun kemudian, Ikatan Dokter Indonesia menggelar konferensi dengan dua bintang tamu pengobat tradisional yang diminta mempraktikkan pengobatan tradisional. Pada tahun yang sama, konferensi pertama tentang jamu digelar di Solo dan dihadiri para dokter.

Setahun kemudian, Goelarso Astrodikesoemo dalam kongres kedua VIG (IDI) di Solo mengimbau dokter-dokter agar mulai menyelidiki obat tradisional. Diputuskan, obat-obat rakyat dan cara pemakaiannya perlu dipelajari secepat mungkin.

ADVERTISEMENT

Saat perang berlanjut, tenaga kesehatan belajar penggunaan jamu secara otodidak mengingat stok obat sintetik yang terbatas. Politik Berdikari dari Presiden Soekarno memberi kesempatan kepada kemandirian pengobatan dengan mengeksplorasi dan memanfaatkan bahan alam kekayaan Indonesia.

ADVERTISEMENT

Peneliti Utama Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BALITTRO) Kementerian Pertanian, Dr. Otih Rostiana, mengutarakan hal senada mengenai upaya mengembalikan kejayaan rempah di Indonesia seperti dahulu kala.
“Bangsa sehat dengan rempah-rempah yang ada sepanjang masa dan perlu dilestarikan sepanjang hayat dikandung badan,” kata Otih.

Penelitian dan pemanfaatan rempah agar bisa menjadi jamu, obat herbal terstandar dan pada akhirnya menjadi fitofarmaka yang khasiatnya telah terbukti ilmiah lewat uji klinik masih dan harus terus berlangsung. Memaksimalkan penggunaan rempah-rempah di Nusantara sebagai obat bukan cuma demi kesehatan masyarakat, tetapi juga berujung pada peningkatan perekonomian karena dapat menyejahterakan para petani rempah. ** Ant

Artikel ini telah terbit di Tabloid Matra Bisnis.

Page 2 of 2
Prev12
Tags: A.M.Petrov Ilmuwan RusiaClaudius Ptolemaeusdr. Inggrid TaniaKetua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI)M.SiRempah-rempah
ADVERTISEMENT
Previous Post

Presiden Jokowi akan Berkemah di Titik Nol IKN

Next Post

Jangan Dibuang, ini Manfaat Kulit Bawang

Related Posts

Asian Agri Hadirkan Bibit Topaz di IPOSC 2025 di Pontianak
Komoditi

Asian Agri Hadirkan Bibit Topaz di IPOSC 2025 di Pontianak

26 September 2025
Gapoktan Tani Makmur Binaan BI Kalbar Panen Raya 490 Ton Padi
Komoditi

Gapoktan Tani Makmur Binaan BI Kalbar Panen Raya 490 Ton Padi

24 Januari 2025
Petani Karet Perlu Jaga Kualitas Saat Harga Naik
Komoditi

Petani Karet Perlu Jaga Kualitas Saat Harga Naik

8 Desember 2024
Pemprov Kalbar Optimalkan Peternakan Kambing Mendukung Makan Bergizi
Komoditi

Pemprov Kalbar Optimalkan Peternakan Kambing Mendukung Makan Bergizi

8 Desember 2024
Dinas TPH Kalbar Gelar Pertemuan Koordinasi Peningkatan Peran Penyuluh
Komoditi

Dinas TPH Kalbar Gelar Pertemuan Koordinasi Peningkatan Peran Penyuluh

6 Desember 2024
Kabupaten Bengkayang Masih Jadi Sentra Jagung di Kalbar
Komoditi

Kabupaten Bengkayang Masih Jadi Sentra Jagung di Kalbar

6 Desember 2024
Next Post
Jangan Dibuang, ini Manfaat Kulit Bawang

Jangan Dibuang, ini Manfaat Kulit Bawang

Waspadai Fitur Add Yours Instagram

Waspadai Fitur Add Yours Instagram

Awas Siber Skema BEC

Awas Siber Skema BEC

Discussion about this post

English   Indonesian

Pos-pos Terbaru

  • OJK Percepat Reformasi Pasar Modal
  • Sisa Kuota Tak Lagi Terbuang, SIMPATI Hadirkan Akumulasi Kuota
  • Friderica Ditunjuk Jadi Ketua dan Wakil Ketua OJK
  • Realisasi Pendapatan Negara di Kalbar Capai Rp 12 Miliar Lebih
  • OJK Pastikan Kesinambungan Operasional Bursa Efek Indonesia

Arsip

  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
ADVERTISEMENT

Tentang Matrabisnis.id

Matrabisnis.id adalah media online pengembangan dari media cetak Matra Bisnis yang berbentuk tabloid dan terbit secara mingguan setiap hari Rabu. Matra Bisnis merupakan media cetak pertama di Kalimantan Barat, yang fokus pada berita-berita ekonomi dan terbit perdana pada tahun 2015.

Kategori

  • ADVERTORIAL
  • Bursa
  • Digital
  • Ekonomi Bisnis
  • Entertainment
  • Film
  • Internasional
  • Kedai
  • Kesehatan
  • Komoditi
  • Lifestyle
  • Musik
  • News
  • OPINI
  • Otomotif
  • PROMOTED
  • Properti
  • Sosok
  • Sport
  • Tak Berkategori
  • Tekno
  • Travel

Recent Posts

  • OJK Percepat Reformasi Pasar Modal
  • Sisa Kuota Tak Lagi Terbuang, SIMPATI Hadirkan Akumulasi Kuota
  • Friderica Ditunjuk Jadi Ketua dan Wakil Ketua OJK
  • Realisasi Pendapatan Negara di Kalbar Capai Rp 12 Miliar Lebih

Copyright Matra Bisnis @2023

No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti

Copyright Matra Bisnis @2023

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.