Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kalimantan Barat terpilih untuk Periode 2026-2029, M. Fahmi berkomitmen memperkuat pengembangan ekonomi syariah daerah melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan UMKM.
“Kalbar memiliki keunikan dan posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Malaysia serta didukung infrastruktur konektivitas seperti Pelabuhan Kijing dan Bandara Supadio,” kata Fahmi usai pemilihan di Pontianak, Jumat 6 November 2026.
Menurut Fahmi, potensi geografis dan infrastruktur tersebut menjadi modal penting untuk mendorong Kalimantan Barat sebagai salah satu percontohan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
Ia mengatakan, langkah awal kepengurusan baru MES Kalbar adalah menyelaraskan program kerja organisasi dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalimantan Barat.
Penyelarasan tersebut diperlukan agar berbagai program pengembangan ekonomi syariah dapat berjalan searah dengan kebijakan dan prioritas pembangunan pemerintah daerah.
Fahmi menjelaskan, penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu fokus utama dalam menggerakkan ekonomi syariah di Kalbar.
Salah satu strategi yang akan dikembangkan adalah mendorong pariwisata ramah muslim sebagai katalisator pertumbuhan UMKM. Pengembangan sektor tersebut diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus membuka peluang pasar bagi produk lokal.









Discussion about this post