Inovasi mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak melalui Norjemah Pihtar mendapat perhatian Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak. Alat penerjemah suara Bahasa Dayak Serawai Ambalau dan Bahasa Indonesia tersebut dinilai memiliki potensi untuk mendukung upaya pelestarian bahasa dan budaya Dayak.
Pandangan tersebut disampaikan Wakil I DAD Kota Pontianak, Kalimantan Barat Alexandra Djaoeng, S.H., dalam audiensi bersama Tim Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) Norjemah Pihtar.
Tim dalam kesempatan itu memperkenalkan prototipe serta memaparkan fungsi dan pengembangan alat yang dapat menerjemahkan Bahasa Dayak Serawai Ambalau dan Bahasa Indonesia secara real-time dan offline.
Alexandra menyambut baik inovasi tersebut dan menyatakan dukungan DAD Kota Pontianak terhadap mahasiswa yang mengembangkan teknologi untuk kepentingan bahasa dan budaya.
“Alat ini sangat bagus. Kami dari Dewan Adat Dayak Pontianak sangat mendukung penuh atas pengembangan inovasi ini. Apa pun itu pasti kami dukung untuk tim yang menciptakan dan mengembangkan alat ini. Intinya nanti informasikan ke DAD kita,” ujar Alexandra.
Menurut Alexandra, Norjemah Pihtar memiliki keterkaitan yang kuat dengan kondisi Bahasa Dayak Serawai Ambalau, yang dinilainya cukup sulit dipahami. Kehadiran alat penerjemah tersebut, kata dia, menjadi inovasi yang relevan dengan kebutuhan penerjemahan bahasa daerah.
“Bahasa Dayak Serawai Ambalau ini termasuk bahasa Dayak yang memang agak sulit, jadi sangat relevan dengan inovasi yang kalian kembangkan ini. Luar biasa ini, saya kasih jempol,” katanya.
Ia berharap pengembangan teknologi penerjemah bahasa daerah dapat terus diperluas sehingga tidak hanya digunakan untuk satu bahasa. Menurutnya, keberadaan penerjemah digital dapat membantu masyarakat memahami bahasa daerah sekaligus memberikan ruang bagi bahasa tersebut untuk terus diperkenalkan.
“Harapan kita juga memang agar ada penerjemah digital yang bisa menerjemahkan bahasa-bahasa daerah yang terbilang cukup sulit dipahami,” ujar Alexandra.









Discussion about this post