Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Direktorat Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat melanjutkan rangkaian kegiatan Sinergi Ekonomi Kerakyatan: Pemberdayaan UMKM, BUMDes, dan Koperasi untuk Penguatan Rantai Pasok dalam Mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melakukan kunjungan lapangan dan dialog bersama kelompok tani (Gapoktan) di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut konkret dari serangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan selama dua hari sebelumnya bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, BGN, SPPG, BUMDes, koperasi, KDMP, UMKM, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam memperkuat ekosistem ekonomi lokal untuk mendukung keberlanjutan Program MBG.
Dalam kunjungan tersebut, tim berdialog langsung dengan kurang lebih 50 anggota Gapoktan yang terdiri dari petani hortikultura, pekebun buah-buahan, kelompok tani sayuran, serta pelaku usaha pangan lokal lainnya.
Dialog difokuskan pada peluang dan kesiapan kapasitas pasok pangan lokal, penguatan rantai distribusi, pola kemitraan dengan SPPG, serta peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui keterlibatan langsung dalam rantai pasok MBG.
Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat, Tengku Syahdana, S.Kom, menyampaikan bahwa Program MBG harus mampu menciptakan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat lokal, khususnya petani dan pelaku usaha desa.
“MBG tidak boleh hanya berhenti pada distribusi makanan. Program ini harus menjadi penggerak ekonomi lokal dengan memastikan petani, peternak, nelayan, UMKM, koperasi, dan BUMDes menjadi bagian utama rantai pasok pangan,” ujarnya.














Discussion about this post