Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) melakukan terobosan terbaru dengan pengembangan lembaran buah (fruit leather) berbasis jeruk Gamindo B sebagai pangan fungsional tinggi vitamin C sekaligus solusi peningkatan nilai tambah hortikultura nasional.
Jeruk Gamindo B merupakan varietas unggul nasional dari jenis jeruk Nagami (kumquat) yang telah dilepas oleh Kementerian Pertanian RI. Buah ini memiliki ukuran kecil dengan kulit yang dapat dikonsumsi, serta cita rasa asam-manis khas.
Kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, pektin, minyak atsiri, dan vitamin C menjadikannya berpotensi besar sebagai bahan baku pangan fungsional.
Namun, pemanfaatan jeruk Gamindo B selama ini masih terbatas pada konsumsi segar, dan olahan sederhana dengan nilai tambah rendah. Selain itu, kandungan air yang tinggi menyebabkan umur simpan buah relatif pendek, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian pascapanen.
Menjawab tantangan tersebut, PRTPP BRIN menghadirkan inovasi lembaran jeruk Gamindo B yang diolah dari seluruh bagian buah (kecuali biji). Produk ini tidak hanya memperpanjang masa simpan, tetapi juga menghasilkan tekstur elastis, homogen, serta rasa yang lebih disukai konsumen.
“Invensi ini dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan jeruk Gamindo B secara utuh sekaligus menghasilkan produk pangan ringan yang praktis, bergizi, dan bernilai ekonomi lebih tinggi,” ujar peneliti PRTPP BRIN, Imro’ah Ikarini.
















Discussion about this post