Jarak pandang yang terbatas membuat pengendara membutuhkan waktu lebih untuk mengenali hambatan dan melakukan pengereman.
Hindari menyalip secara agresif, melakukan pengereman mendadak, maupun berpindah jalur tanpa memastikan kondisi sekitar. Gunakan lampu utama sesuai ketentuan dan hindari penggunaan lampu jauh secara sembarangan karena pantulan cahaya dapat semakin mengganggu pandangan.
Perlengkapan berkendara juga perlu diperhatikan. Gunakan helm berstandar SNI dengan visor yang bersih dan tidak buram agar pandangan tetap optimal. Masker yang sesuai dapat membantu mengurangi paparan partikel di udara, tetapi tidak menjamin perlindungan penuh dari polusi. Pastikan pula kondisi sepeda motor prima, terutama fungsi lampu, rem, dan ban yang menunjang keselamatan selama perjalanan.
Apabila kabut asap semakin tebal, pandangan tidak lagi memadai, atau pengendara mengalami mata perih, pusing, maupun gangguan pernapasan, jangan memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan. Cari tempat berhenti yang aman dan jauh dari arus lalu lintas. Jika muncul sesak napas atau gejala serius lainnya, segera cari bantuan medis.
Melalui imbauan ini, Asmo Kalbar mengajak masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas dalam setiap perjalanan. Keselamatan bukan hanya tentang kemampuan mengendalikan sepeda motor, tetapi juga tentang kesiapan diri, kepedulian terhadap kondisi lingkungan, dan keberanian mengambil keputusan untuk tidak berkendara ketika situasi tidak aman.**











Discussion about this post