Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara pengembangan destinasi wisata dan kegiatan ekonomi masyarakat, sehingga pertumbuhan sektor pariwisata turut menciptakan peluang usaha dan meningkatkan daya saing UMKM lokal.
Perluasan Akses Pembiayaan UMKM melalui Kredit KUM PEDULI
OJK juga mendorong perluasan akses pembiayaan formal yang terjangkau bagi pelaku usaha mikro dan kecil melalui peluncuran Kredit Usaha Mikro (KUM) PEDULI Bank Kalbar dengan skema subsidi bunga yang memanfaatkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR).
Peluncuran program tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, PT BPD Kalimantan Barat (Bank Kalbar), dan PT Jamkrida Kalbar sebagai bagian dari implementasi program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
Melalui skema tersebut, pelaku usaha mikro dan kecil diharapkan memperoleh akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat permodalan, serta mengembangkan kegiatan usaha secara berkelanjutan.
Program ini sekaligus menjadi salah satu upaya untuk memperluas pemanfaatan layanan keuangan formal dan mengurangi ketergantungan pelaku usaha terhadap sumber pembiayaan informal yang berpotensi membebani keberlanjutan usaha.
OJK terus mendorong sinergi pemerintah daerah dan industri jasa keuangan dalam menghadirkan program pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik pelaku usaha lokal, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang memadai.
Penguatan Literasi Keuangan dan Pemberdayaan UMKM Ekonomi Kreatif
Selain memperluas akses pembiayaan, OJK bersama pemerintah daerah dan lembaga jasa keuangan juga memperkuat literasi keuangan dan pemberdayaan pelaku UMKM sektor kerajinan dan ekonomi kreatif, termasuk pengrajin kain tenun, pengrajin rotan, serta pelaku usaha berbasis komoditas unggulan daerah, antara lain di Kabupaten Sambas.
Program pemberdayaan tersebut berfokus pada peningkatan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola keuangan, memanfaatkan layanan transaksi digital, serta mengakses produk dan layanan keuangan formal secara bijak dan bertanggung jawab.
Penguatan literasi keuangan menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan usaha, sehingga pelaku UMKM tidak hanya mampu meningkatkan kualitas produk, tetapi juga memiliki kapasitas pengelolaan keuangan yang memadai untuk mengembangkan usahanya.
Melalui integrasi akses pembiayaan, penguatan kapasitas usaha, dan pengembangan potensi ekonomi lokal, OJK berharap UMKM Kalimantan Barat semakin berdaya saing serta mampu memanfaatkan peluang pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
OJK bersama pemerintah daerah, industri jasa keuangan, perguruan tinggi, dan pelaku usaha akan terus memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan ekosistem ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan berusaha, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat.**









Discussion about this post