KATALIS P2DD menjadi wadah penguatan kapasitas Pemerintah Daerah dan Bank Pembangunan Daerah (BPD), memperluas digitalisasi transaksi Pemerintah Daerah, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik, pendapatan daerah, dan belanja nontunai.
Sinergi tersebut melibatkan Satuan Tugas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), TP2DD, Pemerintah Ā Daerah, BPD, Bank Indonesia, serta pemangku kepentingan terkait.
Pada kesempatan ini, Bank Indonesia memberikan penghargaan Championship P2DD kepada pemerintah daerah yang memberikan kinerja terbaik dalam mewujudkan digitalisasi transaksi dan pelayanan publik di wilayahnya, serta para juara yang memberikan kinerja terbaik dalam program KATALIS P2DD x DIGDAYA.
Bank Indonesia dan 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia terus mendorong seluruh stakeholderĀ untuk terus berkolaborasi memperkuat implementasi digitalisasi di daerah secara tepat dan berdampak, demikian Ricky menyampaikan komitmen Bank Indonesia mendukung implementasi EKD di daerah.
Kolaborasi menjadi kunci agar digitalisasi tidak hanya meningkatkan volume transaksi, tetapi juga mampu menghubungkan potensi daerah dengan peluang ekonomi digital, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Upaya dan kolaborasi juga dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat bersama Pemda, TP2DD, Bank Pemerintah Daerah, dan pemangku kepentingan antara lain melalui forum strategis yaitu SI PEDE (Sinergi Pengawasan dan Percepatan Elektronifikasi Pemerintah Daerah) yang melibatkan BI, OJK, BPK, BPKP, DJPb, Bapenda, BKAD, dan Bank Kalbar. Forum ini berfokus pada pengaturan dan pengawasan tata kelola keuangan daerah di Kalimantan Barat.
Impact yang telah terasa antara lain, percepatan pemanfaatan QRIS dinamis pada pembayaran pajak daerah yang terintegrasi dengan sistem keuangan yang ada di setiap TP2DD. Prestasi tersebut juga berdampak pada efisiensi dan efektivitas tata kelola keuangan serta kemudahan akses layanan publik bagi masyarakat di Kalimantan Barat.
KPwBI Provinsi Kalimantan Barat melakukan berbagai inisiatif untuk mempercepat elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD), antara lain implementasi QRIS dinamis melalui platform pemerintah daerah yang sudah diimplementasikan di Kota Pontianak (E-Ponti), Kota Singkawang (SIGAP), Kabupaten Sambas (E-Pakatan), Landak (SAPALA), Mempawah (Si Perjaka), Provinsi Kalbar (Samsat).
Selain itu, inovasi SAMSAT GOKATAN (Go Kecamatan) yang diinisiasi oleh Pemprov Kalbar menjadi upaya perluasan edukasi dan implementasi elektronifikasi transaksi daerah di 14 Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat. Sinergi antara Pemda, Bank Indonesia dan Bank RKUD menjadi kunci untuk memperluas dampak dari inovasi ini.
Selain ETPD, KPwBI Provinsi Kalimantan Barat juga mendorong akseptasi inovasi pembayaran digital terbaru, salah satunya QRIS TAP. Melalui sinergi bersama PJP Perbankan, Bank Indonesia dan Bank Central Asia meluncurkan Mall SIAP QRIS Tap di Kubu Raya sebagai implementasi QRIS Tap perdana di sektor ritel modern Kalimantan Barat.
Bersama Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat, Bank Indonesia juga menginisasi piloting implementasi QRIS di pangkalan sampan/penambang speedboat yang merupakan local wisdom sektor transportasi di Kota Pontianak dengan 30 penambang sampan yang menggunakan QRIS untuk transaksi.
Ke depan, perluasan adopsi teknologi ini diharapkan mampu memperkuat inklusi dan efisiensi ekosistem pembayaran digital secara berkelanjutan.
FEKDI x IFSE 2026 berlangsung selama tiga hari, pada 24ā26 September 2026 di JICC Jakarta, dengan fokus penguatan sinergi nasional pada hari pertama, pengembangan talenta dan inovasi digital pada hari kedua, serta penguatan konektivitas EKD antarnegara pada hari ketiga.
FEKDI x IFSE 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang showcase dan kolaborasi, tetapi juga ruang yang mempertemukan kebijakan, inovasi, talenta, serta kebutuhan nyata industri dan masyarakat untuk mempercepat transformasi EKD nasional.**









Discussion about this post