Melalui proses pembinaan dan seleksi tersebut, siswa tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan berkendara yang baik, tetapi juga mampu menunjukkan sikap disiplin, ketelitian, konsentrasi, dan pemahaman terhadap prinsip keselamatan berkendara.
Manager Marketing Astra Motor Kalimantan Barat, Chrystian David, menyampaikan, bahwa Bootcamp #Cari_aman Academy merupakan salah satu upaya untuk membangun budaya keselamatan berkendara sejak dari lingkungan pendidikan.
“Kami melihat generasi muda memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi pelopor keselamatan berkendara. Melalui Bootcamp #Cari_aman Academy ini, kami tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada para siswa untuk belajar, berlatih, dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam safety riding,”katanya.
Chrystian menambahkan, bahwa proses seleksi menuju kompetisi nasional bukan semata-mata untuk mencari siswa yang memiliki kemampuan berkendara paling baik, tetapi juga mencari generasi muda yang memiliki pemahaman dan karakter dalam menerapkan keselamatan berkendara.
“Kompetisi ini bukan hanya tentang siapa yang paling terampil mengendarai sepeda motor. Yang lebih penting adalah bagaimana mereka memahami teknik berkendara yang benar, mampu memprediksi potensi bahaya, disiplin dalam menerapkan aturan, dan selalu menempatkan keselamatan sebagai prioritas. Kami ingin siswa yang nantinya terpilih benar-benar membawa semangat #Cari_Aman, bukan hanya saat kompetisi, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Chrystian juga menyampaikan bahwa Bootcamp menjadi ruang bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang lebih nyata melalui proses latihan dan evaluasi.
“Kami berharap proses ini dapat menjadi pengalaman yang positif bagi seluruh peserta. Bagi siswa yang nantinya terpilih untuk berangkat ke Semarang, tentu ini menjadi kesempatan untuk membawa nama sekolah dan Kalimantan Barat. Namun bagi siswa yang belum terpilih, ilmu dan pengalaman yang didapat tetap menjadi bekal yang sangat berharga untuk diterapkan dalam berkendara sehari-hari,” imbuh Chrystian.
Ia juga mengapresiasi dukungan dari pihak SMKN 7 Pontianak dalam pelaksanaan program tersebut. “Kami sangat mengapresiasi kolaborasi dengan SMKN 7 Pontianak. Kami percaya edukasi keselamatan berkendara akan lebih efektif apabila dilakukan bersama-sama dengan lingkungan pendidikan,” katanya.
Ia berharap. kegiatan ini dapat melahirkan siswa-siswa yang tidak hanya berprestasi di kompetisi, tetapi juga mampu menjadi contoh bagi teman-temannya dalam menerapkan budaya berkendara yang aman.
Program Bootcamp #Cari_aman Academy diharapkan tidak berhenti pada proses edukasi maupun seleksi kompetisi. Siswa yang mendapatkan pembinaan diharapkan dapat menjadi bagian dari generasi muda yang mampu menularkan kebiasaan berkendara aman kepada teman, keluarga, dan lingkungan sekitarnya.
Melalui Sinergi Bagi Negeri di dunia pendidikan, Astra Motor Kalimantan Barat terus mendorong terciptanya generasi muda yang memiliki keterampilan, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap keselamatan di jalan raya.
Karena pada akhirnya, menjadi pengendara yang hebat bukan hanya tentang mampu mengendarai sepeda motor, tetapi juga mampu menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain.**










Discussion about this post