“Diraihnya kembali sertifikasi ISO 22301:2019 menjadi bukti bahwa keberlangsungan usaha dan ketangguhan operasional merupakan komitmen yang terus kami jaga. Di tingkat wilayah, kami memastikan kesiapan sumber daya manusia, proses bisnis, infrastruktur, serta koordinasi antarunit agar layanan kepada masyarakat tetap dapat berjalan secara optimal dalam berbagai kondisi,” ujar Rinaldi.
Menurutnya, penerapan Business Continuity Management System (BCMS) tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar, tetapi juga menjadi bagian dari budaya kerja yang mendorong setiap insan Pegadaian untuk memiliki kesadaran terhadap risiko dan kesiapan dalam menghadapi situasi yang tidak terduga.
“Bagi kami, ketangguhan bukan hanya tentang bagaimana menghadapi gangguan, tetapi juga bagaimana memastikan pelayanan tetap hadir, aset dan kepercayaan nasabah tetap terjaga, serta proses bisnis dapat segera pulih. Hal ini sejalan dengan komitmen Pegadaian untuk Selalu Hadir, Melayani Sepenuh Hati,” tambahnya.
Rinaldi menegaskan bahwa pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Kanwil IV Balikpapan untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat kolaborasi, serta melakukan perbaikan berkelanjutan guna menjaga keandalan layanan Pegadaian bagi masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan.
Penerapan standar ini menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan bisnis, menjaga kesinambungan proses dan layanan, mitigasi berbagai risiko, serta memastikan operasional dapat segera dipulihkan ketika terjadi gangguan, sehingga masyarakat tetap dapat mengakses layanan Pegadaian dalam berbagai kondisi.
Bagi Pegadaian, ketangguhan dan keberlangsungan bisnis bukan sekadar kemampuan untuk bertahan, tetapi menjadi fondasi untuk terus tumbuh, beradaptasi, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Dengan pondasi tersebut, Pegadaian akan terus melangkah menghadirkan layanan yang relevan dan terpercaya, menjawab kebutuhan masyarakat hari ini dan di masa yang akan datang.**









Discussion about this post