Masyarakat Pontianak begitu bersemangat untuk menyaksikan event besar ini, terlebih menjelang puncak-puncak pertandingan. Tiga hari menuju final, tiket bahkan sudah sold out alias habis terjual di marketplace, namun panitia tetap memberikan tambahan tiket di loket box onsite pada lokasi pertandingan GOR Terpadu.
Antrean panjang mulai terlihat, seperti yang terjadi saat event sebelumnya, yaitu Polytron Pontianak International Challenge 2026 pekan lalu. Pada babak semifinal, penonton kesulitan untuk mengantre dalam kondisi cuaca kota yang berasap, hingga rela membeli dengan harga dua kali bahkan tiga kali lipat dari penonton yang telah memiliki tiket dan dijual lagi.
Situasi ini juga sudah mulai terlihat sejak babak menuju perempat final Indonesia Masters 2026 Super 100 kemarin. Masyarakat sudah mulai bertanya-tanya tiket, bahkan ada yang menawarkan dengan harga berlipat kali dari harga resmi yang dibandrol Rp 20 ribu.
Ketua Panitia Penyelenggara Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026, Yuni Kartika tampak gembira menyaksikan respon positif masyarakat. Untuk menampung tingginya animo masyarakat yang ingin menyaksikan aksi para pebulutangkis dunia secara langsung, panitia menambah fasilitas on-court seating (tempat duduk di pinggir lapangan) khusus di hari Minggu nanti, yang dipastikan bakalan dibanjiri penonton.
“Antusias penonton memang luar biasa. Karenanya, agar tidak mengecewakan mereka, kami menambah tempat duduk di dalam lapangan untuk sponsor, PBSI dan Pengprov PBSI Kalbar, agar jatah tempat duduk mereka tidak mengambil area tribun, sehingga kapasitas tribun bisa kita jual lebih banyak lagi untuk masyarakat,” tutur Yuni.
Kehadiran ajang BWF (Badminton World Federation) di dalam negeri, menurut Yuni untuk memberi panggung bertanding bagi para atlet muda tanpa terkenda masalah peringkat maupun biaya penerbangan luar negeri.
“Turnamen Super 100 ini memang diharapkan menjadi wadah belajar bagi para pemain muda. Mereka bisa mengukur sejauh mana perkembangan diri dan peta persaingan dengan pemain luar negeri,” ujarnya.
Ia mengakui, event ini merupakan turnamen Super 100 pertama di tahun 2026 dan membawa dampak besar dari sisi penyelenggaraan, prestasi hingga bahan evaluasi bagi tim pelatih ke depan. **












Discussion about this post