Karena itu, pengembangan teknologi desalinasi juga perlu dibarengi dengan inovasi sumber energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Desalinasi ini sebenarnya bukan teknologi baru. Tetapi ke depan, teknologi ini sangat mungkin menjadi salah satu alternatif sumber air baku. Apalagi kita memiliki sumber daya air laut yang sangat besar.” kata Meddy.
Bagi Kota Pontianak, teknologi ini menjadi semakin menarik karena berada di kawasan yang memiliki akses terhadap sumber daya air yang melimpah.
Selama ini, Sungai Kapuas menjadi salah satu sumber air baku utama. Namun kualitas air sungai tetap harus dipantau, terutama terhadap kemungkinan pencemaran logam berat maupun zat pencemar lainnya.
Jika ditemukan kandungan seperti merkuri, maka diperlukan proses pengolahan khusus sebelum air masuk ke tahap RO.
Sebaliknya, apabila kualitas air baku masih memenuhi persyaratan, proses pengolahan dapat dilakukan dengan sistem yang lebih sederhana dan efisien.
“Yang paling penting adalah kita harus mengetahui dulu karakteristik air bakunya. Jadi sebelum menentukan teknologinya, air harus diuji. Dari hasil pengujian itu baru kita bisa menentukan treatment yang paling tepat dan ekonomis,” lanjutnya.
Teknologi desalinasi pun membuka peluang baru bagi masa depan penyediaan air bersih. Apalagi jika dipadukan dengan energi terbarukan seperti tenaga surya.
Matahari yang bersinar hampir sepanjang tahun dan laut yang membentang luas menjadi dua sumber daya alam yang dapat dikolaborasikan untuk menghasilkan air bersih.
“Cepat atau lambat, kita membutuhkan teknologi desalinasi. Kita punya sumber daya alam yang luar biasa, ada matahari dan ada air laut. Tinggal bagaimana teknologi ini kita kembangkan supaya lebih efisien, ekonomis, dan bisa dimanfaatkan masyarakat,” pungkasnya.
Bagi masyarakat, mimpi menikmati air bersih langsung dari keran rumah tentu menjadi sebuah harapan besar. Keran dibuka, air mengalir, dan tak lagi harus bergantung sepenuhnya pada kondisi sungai. Desalinasi mungkin belum menjadi jawaban tunggal atas persoalan air bersih.
Namun, ketika air laut yang selama ini hanya dipandang sebagai hamparan asin mulai bisa diubah menjadi sumber kehidupan, maka masa depan pengelolaan air kota pun memiliki pilihan baru.
Dari laut yang asin, lahir harapan untuk menghapus dahaga. **












Discussion about this post