Chico Aura Dwi Wardoyo (Indonesia) vs Ginpaul Sonna (India).
Pasangan Ganda
Ikhsan Lintang Pramudya dan Aquino Evano Keneddy Tangka (Indonesia) vs Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan (Indonesia).
Wahyu Agung Prasetyo dan Pulung Ramadhan (Indonesia) vs Muhammad Rian Ardianto dan Daniel Edgar (Indonesia).
Kim Yu Jung dan Lee Yu Lim (Korea) vs Nijika Kamatama dan Maya Taguchi (Jepang).

Antusias penonton yang tinggi di Pontianak di luar dugaan penyelenggara, meskipun cuaca sedang tidak baik-baik saja, kabut asap yang kian menebal tidak menyurutkan langkah untuk datang ke GOR Terpadu, tempat digelarnya turnamen badminton internasional ini.
Bahkan di area luar pertandingan yang diramaikan booth-booth UMKM bersama sajian makanan dan minuman segar, masyarakat dengan santai kulineran sembari menikmati lantunan musik di pentas yang disediakan panitia di tengah area boot-booth tersebut meskipun dikelilingi kabut asap.
Yuni Kartika, Ketua Penyelenggara Polytron Pontianak International Challenge 2026 mengaku, antusias warga Pontianak di luar dugaan. “Luar biasa. Bagi kami sebagai panitia penyelenggara, antusiasme penonton di luar dugaan. Masyarakat Pontianak sangat bersemangat menyaksikan pertandingan ini. Positif, jumlah penonton juga tinggi setiap harinya. Ini akan mencapai puncaknya pada final besok, tiket pun sudah terjual semua,” kata Yuni.
Dukungan penonton dinilainya menciptakan atmosfer pertandingan yang lebih meriah sekaligus memberikan pengalaman tersendiri bagi para atlet yang tampil. Turnamen ini juga menjadi kesempatan penting bagi pemain Indonesia, terutama atlet muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding di level internasional.
“Yang kami prioritaskan adalah, bagaimana pemain-pemain Indonesia, terutama pemain muda bisa mendapatkan pengalaman dan berprestasi,” imbuhnya. **










Discussion about this post