Hartini berharap perjalanan Molila Cookies dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya, khususnya mereka yang tengah merintis usaha dan masih memiliki keterbatasan modal maupun peralatan produksi.
Ia berpesan agar pelaku UMKM tidak mudah berkecil hati ketika belum mendapatkan dukungan pembiayaan. Menurutnya, proses membangun usaha membutuhkan ketekunan dan keberanian untuk terus mencoba.
“Untuk kawan-kawan UMKM, khususnya UMKM Center dan binaan Bank Kalbar, jangan berkecil hati. Seandainya belum mendapatkan bantuan, kita usaha lagi, ajukan lagi. Dari kecil sampai besar kita usahakan, supaya usaha kita bisa lebih luas,” ujarnya.
Semangat tersebut sejalan dengan upaya Bank Kalbar dalam mendorong UMKM agar terus berkembang dan naik kelas. Melalui berbagai skema pembiayaan, Bank Kalbar menyediakan dukungan permodalan bagi pelaku usaha sesuai kebutuhan dan kapasitas usahanya.
Salah satunya melalui KUM Peduli yang merupakan program pinjaman modal yang sengaja dibuat untuk melawan dan melepaskan pelaku usaha kecil dari jeratan rentenir atau lintah darat. Berdasarkan informasi resmi Bank Kalbar, KUM Peduli memiliki plafon maksimal Rp5 juta dengan jangka waktu maksimal tiga tahun untuk kebutuhan modal kerja maupun investasi.
Sementara itu, Bank Kalbar juga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah. KUR Bank Kalbar tersedia dalam beberapa kategori, termasuk KUR Super Mikro hingga Rp10 juta, KUR Mikro di atas Rp10 juta sampai Rp100 juta, serta KUR Kecil di atas Rp100 juta sampai Rp500 juta, dengan ketentuan masing-masing sesuai program.
Dukungan Bank Kalbar
Direktur Utama Bank Kalbar Rokidi, menegaskan bahwa dukungan terhadap UMKM merupakan bagian penting dari peran Bank Kalbar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, pembiayaan UMKM tidak hanya berkaitan dengan penyaluran kredit, tetapi juga bagaimana perbankan dapat menjadi mitra bagi pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan.
“Bank Kalbar akan terus berupaya memberikan layanan perbankan terbaik kepada masyarakat Kalimantan Barat, termasuk melalui pengembangan layanan dan dukungan terhadap aktivitas perekonomian daerah,” kata Rokidi dalam salah satu kesempatan.
Bagi pelaku usaha seperti Hartini, pembiayaan tersebut menjadi modal awal yang kemudian harus diikuti dengan kerja keras, pengelolaan usaha dan keberanian untuk melakukan pengembangan. Hartini sendiri berharap setelah berkembang melalui pembiayaan KUM, ke depan Molila Cookies dapat meningkatkan kapasitas pembiayaannya dan naik ke skema KUR sesuai kebutuhan dan kelayakan usahanya.
“Saya berharap nanti dari KUM kita bisa naik ke KUR,” ucapnya.
Harapan Hartini terhadap masa depan Molila Cookies pun cukup besar. Ia ingin usaha yang saat ini berkembang dari rumah dan telah memiliki outlet tersebut dapat terus memperluas pasar. Tidak hanya di Kabupaten Sekadau, ia membidik pasar yang lebih luas hingga tingkat provinsi.
“Harapan saya Molila Cookies bisa berkembang lebih maju, lebih besar. Semoga nanti kita bisa buka outlet selain dari rumah, bisa keluar lagi dan ke luar kabupaten, insyaallah sampai ke provinsi,” katanya.
Di balik perkembangan usaha tersebut, Hartini menyebut dukungan keluarga sebagai salah satu kekuatan utama. Ia menyampaikan terima kasih kepada suaminya, Suardi, serta putrinya, Halila, yang menjadi bagian penting dalam perjalanan Molila Cookies.
Ia juga mengapresiasi dukungan dari Bank Kalbar yang telah memberikan dukungan terhadap pengembangan usahanya. Baginya, keberadaan lembaga pendukung dan akses pembiayaan menjadi peluang bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pasar.
Perjalanan Molila Cookies menunjukkan bahwa pertumbuhan UMKM dapat dimulai dari langkah sederhana. Dari sebuah oven di dapur rumah, usaha tersebut berkembang menjadi bisnis dengan beberapa peralatan produksi, produk yang telah memiliki legalitas, outlet sendiri, serta sistem pembayaran digital.
Hartini berharap kisah tersebut dapat memotivasi pelaku UMKM lainnya untuk tidak berhenti berusaha ketika menghadapi keterbatasan.
“Kalau kita saling mendukung, maka UMKM bisa naik kelas,” imbuhnya.
Bagi Molila Cookies, perjalanan untuk tumbuh masih panjang. Namun, dengan keberanian untuk terus mengembangkan usaha, dukungan keluarga, kualitas produk, serta akses pembiayaan yang tepat, Hartini optimistis nastar produksi Sungai Ringin itu dapat semakin dikenal, tidak hanya di Sekadau, tetapi juga di berbagai daerah di Kalimantan Barat. **










Discussion about this post