“Suara dan kontribusi Anda sekalian sangat berarti bagi kemajuan daerah ini,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut Ketua Himpunan Wanita Disabiltas Indonesia (HWDI) Kalbar, Linda Fardini menyampaikan bahwa tujuan kegiatan Lokakarya Kepemimpinan Perempuan ini, untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep disabilitas berbasis hak asasi manusia serta prinsip-prinsip inklusi.
“Juga untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai hubungan antara krisis iklim, gender, dan disabilitas serta meningkatkan pemahaman peserta mengenai penerapan akomodasi yang Layak dalam penyelenggaraan kegiatan maupun pelayanan publik, dan mendorong komitmen peserta untuk mengintegrasikan perspektif disabilitas dalam kebijakan dan program aksi iklim di institusinya,” jelasnya.
Menurutnya, melalui Program IN-CLIMATE (Inclusive Climate Action) yang dilaksanakan oleh Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) dengan dukungan The Asia Foundation (TAF), disusun Modul Pengembangan Kapasitas Disabilitas Inklusif dalam Aksi Iklim.
Di mana Modul ini dikembangkan melalui proses kajian, penyusunan materi, konsultasi, serta pelatihan bagi calon fasilitator dari berbagai ragam disabilitas.
Sebagai tindak lanjut dari proses tersebut, HWDI menyelenggarakan Pelatihan Sensitisasi Disabilitas Inklusif dalam Aksi Iklim bagi Pemangku Kepentingan sebagai media diseminasi modul sekaligus penguatan kapasitas berbagai pihak yang terlibat dalam penyusunan maupun pelaksanaan kebijakan dan program aksi iklim.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta tidak hanya memahami konsep disabilitas dan inklusi dalam aksi iklim, tetapi juga mampu mengidentifikasi hambatan yang dihadapi penyandang disabilitas, menyediakan akomodasi yang layak, menerapkan etika interaksi yang tepat, serta mengintegrasikan perspektif disabilitas dalam kebijakan, program, maupun kegiatan aksi iklim di institusi masing-masing.**












Discussion about this post