“Tujuan ekspor Kalimantan Barat April 2026 masih didominasi negara Asia (tujuh negara utama), yaitu dengan kontribusi sebesar 87,60 persen, sedangkan kontribusi terhadap total ekspor ke negara utama lainnya (Angola dan Italia) sebesar 9,91 persen,” ujar Saichudin.
Sementara nilai impor Kalimantan Barat April 2026 meningkat 111,22 persen dibanding Maret 2026, yaitu dari 39,56 juta dolar menjadi 83,56 juta dolar. Jika dibandingkan secara kumulatif periode Januari–April 2026 terhadap periode yang sama tahun 2025, nilai impor juga mengalami kenaikan sebesar 120,76 persen.
Mesin-mesin/Pesawat Mekanik (HS84); Bahan Bakar Mineral (HS27) serta Benda-benda dari Besi dan Baja (HS73) merupakan penyumbang impor terbesar Kalimantan Barat pada April 2026. Ketiga golongan barang tersebut menyumbang masing-masing 31,59 persen; 27,37 persen dan 12,11 persen dengan total kontribusi 71,07 persen atau senilai 59,39 juta dolar.
Tiga golongan barang lainnya penyumbang impor Kalimantan Barat pada April 2026 adalah Bahan Kimia Organik (HS29); Pupuk (HS31); serta Benda-benda dari Batu, Gips, dan Semen (HS68)Â yang menyumbang masing-masing secara berurutan sebesar 6,41 persen, 5,39 persen dan 3,31 persen. Ketiga golongan ini menyumbang sebesar 15,11 persen terhadap total impor Kalimantan Barat atau senilai 12,63 juta dolar.
Dilihat dari peranan terhadap total impor Kalimantan Barat pada April 2026, sepuluh golongan barang (HS 2 digit) memberikan kontribusi 94,44 persen. Dari sisi pertumbuhan, impor sepuluh golongan barang tersebut meningkat 133,95 persen terhadap Maret 2026, yaitu dari 33,73 juta dolar menjadi 78,91 juta dolar.
Tiongkok, Malaysia, dan Singapura merupakan tiga negara pemasok terbesar impor Kalimantan Barat pada April 2026, yaitu masing-masing 54,66 persen; 25,23 persen dan 12,09 persen. Dengan total nilai sebesar 76,85 juta atau 91,97 persen dari keseluruhan nilai impor Kalimantan Barat.
“Sebagian besar impor Kalimantan Barat berasal dari Asia (lima negara utama), yaitu senilai 78,49 juta dolar atau dengan total kontribusi sebesar 93,93 persen. Sedangkan kontribusi terhadap total impor yang berasal dari negara utama lainnya (Rusia, Amerika Serikat, Spanyol, dan Jerman) adalah sebesar 5,77 persen,” ungkap Saichudin. **









Discussion about this post