Dalam program pengendalian gratifikasi mengenai penguatan budaya integritas di lingkungan Kementerian Keuangan, Dudi menegaskan bahwa seluruh jajaran pegawai DJP dilarang keras meminta atau menerima gratifikasi dalam bentuk apa pun.
Dudi menegaskan bahwa pegawai DJP wajib menolak gratifikasi dan wajib melaporkan penolakan atau penerimaan gratifikasi, contohnya hadiah yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaan.
“Apabila Bapak, Ibu, atau rekan-rekan sekalian menemukan adanya indikasi pegawai kami yang meminta atau menerima gratifikasi, segera laporkan secara lengkap melalui saluran Whistleblowing System di wise.kemenkeu.go.id. Kami menjamin kerahasiaan identitas pelapor,” tambahnya.
Setelah laporan dan sambutan, dilanjutkan edukasi kepada Wajib Pajak dan Renjani yang disampaikan oleh Fungsional Penyuluh Pajak, Indaraputuri Nurmasuri yang mengupas tuntas tata cara penghitungan pajak dari omzet bagi pelaku UMKM berdasarkan regulasi terbaru.
Tidak hanya penyampaian, edukasi ini juga melibatkan diskusi atau tanya jawab dari beberapa perserta yang antusias dalam menambah wawasan dalam perpajakan usahanya.
Peserta juga mendapatkan pengetahuan mengenai pengelolaan UMKM melalui media sosial (medsos) yang disampaikan oleh Aldi beserta Tim Penggiat Fotografi dan Medsos dengan memberikan pelatihan praktis mengenai optimalisasi teknologi digital dan teknik visual untuk memperluas pasar.
Sembari kegiatan berlangsung, para pelaku UMKM mengisi bazaar UMKM untuk menjual beberapa produk unggulan mereka.
Melalui kegiatan yang memadukan edukasi kepatuhan regulasi Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2026, penegasan budaya integritas yang bersih dari gratifikasi, serta pembekalan keterampilan bisnis praktis, Kanwil DJP Kalimantan Barat optimis, dapat mewujudkan ekosistem usaha yang tangguh.
Implementasi nyata dari program ini diharapkan mampu membantu para pelaku UMKM meningkatkan tata kelola administrasi mereka, mempercepat akselerasi usaha untuk naik kelas, dan berkontribusi aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.**









Discussion about this post