Desy menambahkan, bahwa berdasarkan SPHPN 2024, tercatat 7,5 persen perempuan di Indonesia pernah mengalami Kekerasan Seksual Berbasis Elektronik (KSBE), dengan prevalensi tertinggi pada kelompok usia muda (15-24 tahun).
“Kekerasan kini berpindah ke ruang digital yang sering tidak terlihat. Integrasi ini menjadi terobosan penting untuk membuka peluang bagi semua pihak bergerak bersama mengatasi fenomena ‘gunung es’ kekerasan terhadap Perempuan dan anak di Indonesia,”tegasnya.
Hingga saat ini, aplikasi Sisternet telah diunduh oleh lebih dari 1,6 juta pengguna. Ke depan, XLSMART menargetkan 2,4 juta perempuan Indonesia go digital hingga akhir 2026, sejalan dengan upaya memperluas akses dan partisipasi perempuan dalam ekosistem digital nasional.
Peluncuran ini dilatarbelakangi oleh masih lebarnya kesenjangan digital gender, dengan gap penggunaan internet mencapai 21 persen, rendahnya partisipasi perempuan dalam literasi digital, serta tingginya angka kekerasan berbasis gender online (KBGO) yang tercatat sebanyak 1.791 kasus pada tahun 2024. Sisternet hadir sebagai solusi nyata atas tantangan tersebut.
Keunggulan Sisternet dibandingkan platform sejenis terletak pada integrasi langsung dengan program pemerintah, seperti Komdigi dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA).
Selain itu, ekosistem pembelajaran, komunitas, dan perlindungan yang terintegrasi dalam satu aplikasi menjadikan Sisternet unik dan berdampak luas. Program Sisternet bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas literasi digital perempuan Indonesia, sekaligus menginspirasi pemanfaatan teknologi sebagai sarana pengembangan ekonomi dan kreativitas.
Melalui ekosistem pembelajaran yang inklusif, Sisternet mendukung agenda nasional pengembangan talenta digital, mendorong partisipasi aktif perempuan dalam gerakan #1JutaSisterDigital, serta memperkuat kolaborasi antara sektor publik dan swasta dalam menciptakan ruang digital yang aman, berdaya, dan berkelanjutan.
Program ini melibatkan kolaborasi lintas sektor antara XLSMART, kementerian terkait, komunitas Sisternet, mitra lembaga masyarakat, serta berbagai tokoh dan partner pendukung. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat sinergi publik–swasta dalam menciptakan ruang digital yang aman dan memberdayakan perempuan.
Pelanggan XLSMART dapat berpartisipasi dalam program ini dengan mengunduh dan menggunakan aplikasi Sisternet sebagai pintu utama akses pemberdayaan digital.
Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat mengikuti berbagai pelatihan keterampilan digital melalui fitur DigiHer, bergabung dalam kelas edukasi dan kegiatan literasi digital, serta berpartisipasi dalam festival, kompetisi, dan program berbasis komunitas.
Selain itu, pelanggan juga diajak untuk menjadi bagian dari gerakan #1JutaSisterDigital sebagai upaya bersama mendorong lebih banyak perempuan Indonesia untuk berdaya, aman, dan produktif di ruang digital.
Dengan langkah ini, XLSMART berharap dapat berkontribusi pada target nasional 9 juta talenta digital pada 2030 serta mendorong peran aktif perempuan dalam ekonomi dan kreativitas digital.**












Discussion about this post