Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin meningkatkan perekonomian di daerah perbatasan dan pedalaman. Hal itu terungkap dari kunjungan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Barat, Rudy M. Harahap, ke tiga daerah pesisir dan pedalaman di Kalimantan Barat akhir Januari 2025 lalu.
Tiga daerah tersebut adalah Kabupaten Sambas, Kabupaten Sintang, dan Kabupaten Melawi. Kunjungan tersebut adalah juga penelitian awal untuk mengawal akuntabilitas program MBG. Dalam kunjungan tersebut, Rudy menemukan bahwa program MBG bukan sekadar untuk pemenuhan gizi, tapi mulai menjadi motor penggerak perekonomian daerah.
Hal tersebut sinkron dengan pidato Presiden Prabowo dalam pertemuan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Sentul baru-baru ini.
Akuntabilitas Program MBG Memastikan Standar Gizi
Dari kunjungan di Kabupaten Sambas hari Senin, (26/01), bersama Bupati Sambas, Satono, Rudy berhasil mengamati langsung layanan tiga Dapur MBG, yakni Dapur MBG Kartiasa, Dapur MBG Semangau, dan Dapur MBG Dalam Kaum.
Terungkap dari kunjungan itu, akuntabilitas program MBG semakin menjaga setiap butir nasi dan protein yang didistribusikan tepat sasaran. “Akuntabilitas program MBG memastikan bahwa setiap butir nasi dan protein sampai ke anak-anak kita dengan standar gizi yang tepat,” tegasnya.
Akuntabilitas program MBG juga akan menjaga bahan baku MBG tidak didatangkan dari luar daerah jika sudah tersedia di pasar lokal.
Program MBG Berpeluang Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia
Ketika berkunjung ke Kabupaten Sintang, Rabu, (28/01). Rudy menemukan MBG dapat mengatasi tantangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih rendah.
Sebab, banyak anak muda di Kabupaten Sintang yang tidak sekolah dan harus bekerja di perkebunan sawit karena faktor ekonomi. Program MBG meningkatkan anak yang bersekolah dan akan meningkatkan IPM Kabupaten Sintang.










Discussion about this post