Selain itu, para Dosen Pembina Tax Center juga hadir mendampingi mahasiswa mereka. Dalam sesi kesan dan pesan, perwakilan Renjani 2025 berbagi pengalaman nyata mereka di lapangan. Christin Amelika Apriliani dari Tax Center Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Pontianak, relawan yang sempat bertugas di KPP Pratama Sintang dan KPP Pratama Pontianak Timur, menyoroti perbedaan tantangan literasi digital.
“Di Sintang, Wajib Pajak butuh pendampingan lebih intensif karena belum terbiasa dengan layanan digital. Berbeda dengan di Pontianak Timur yang masyarakatnya cenderung sudah lebih mandiri secara teknologi. Ini melatih kesabaran dan kemampuan komunikasi kami,” ungkap Christin.
Senada dengan Christin, Mohamad Azwar Zulmi dari Tax Center Universitas Tanjungpura, relawan yang telah berpatisipasi selama dua tahun berturut-turut 2024 s.d. 2025, merasa program ini memberikannya kemampuan soft skill yang tidak didapat di bangku kuliah.
“Di kampus kami belajar teori, tapi di sini kami belajar menghadapi karakter manusia yang beragam dan memanajemen waktu antara kuliah dengan tanggung jawab profesional,” tuturnya.
Menutup kegiatan, Inge Diana Rismawanti menyampaikan harapan besarnya kepada seluruh relawan, baik yang telah purna tugas maupun yang baru akan memulai.
“Saya meminta Relawan Pajak 2025 untuk terus menyebarkan virus sadar pajak di lingkungan sekitar dan media sosial kalian, jadikan pengalaman ini sebegai portofolio berharga di dunia kerja nanti. Sementara untuk Relawan Pajak 2026, saya ingin kalian bekerja dengan hati. Jadikan momen ini sebagai wahana belajar berkomunikasi dengan masyarakat. Edukasi mereka bahwa pajak bukan hal yang menakutkan, tapi kontribusi nyata untuk membangun negeri,” pungkas Inge dengan optimis.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut seputar perpajakan dan berbagai program dan layanan yang disediakan Direktorat Jenderal Pajak dapat dilihat pada laman pajak.go.id. #PajakTumbuhIndonesiaTangguh  #Renjani2026 #KamiDampingiSampaiBerhasil. **










Discussion about this post