Adapun total aset perusahaan penjaminan tumbuh sebesar 2,42persen (yoy) menjadi Rp 47,51 triliun. 20. Pada sektor Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML), piutang pembiayaan PerusahaanPembiayaan (PP) tumbuh sebesar 0,61persen (yoy) pada Desember 2025 dengan nominal sebesar Rp 506,50 triliun, didukung oleh pembiayaan modal kerja yang tumbuh sebesar 10,06 persen (yoy).
“Profil risiko perusahaan pembiayaan terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross sebesar 2,51persen dan NPF net sebesar 0,77persen. Gearing ratio perusahaan pembiayaan masih berada pada level yang memadai dan tercatat sebesar 2,18 kali, jauh di bawah batas maksimum 10 kali,” katanya.
Sementara itu, industri Daring tumbuh 25,44 Persen dengan Nominal Rp 96,62 triliun dan tingkat risiko kredit macet secara agregat (TWP90) pada level 4,32 persen.
Hingga Desember 2025, terdapat 1.373 aset kripto yang dapat diperdagangkan. OJK telah menyetujui perizinan 29 entitas di ekosistem perdagangan aset kripto, yang terdiri dari 1 bursa kripto, 1 lembaga kliring penjaminan dan penyelesaian, 2 pengelola tempat penyimpanan, dan 25 pedagang aset kripto.
Selain itu, jumlah konsumen aset kripto berada dalam tren meningkat, yang telah mencapai 20,19 juta konsumen pada posisi Desember 2025. Nilai transaksi aset kripto selama Desember 2025 tercatat sebesar Rp32,68 triliun.
Pasar saham dalam negeri juga menunjukkan kinerja positif pada triwulan IV 2025, seiring terjaganya kinerja perekonomian nasional dan membaiknya sentimen global. IHSG ditutup pada level 8.646,94 per 30 Desember 2025, menguat 7,27persen secara qtq dan 22,13 persen (yoy).
Perkembangan tersebut ditopang oleh rerata nilai transaksi harian saham yang meningkat signifikan, serta nonresiden yang melakukan net buy di pasar saham sebesar Rp 37,40 triliun.
Memasuki awal triwulan I 2026, IHSG melanjutkan tren penguatan dan ditutup pada level 8.951,01 per 23 Januari 2026, sehingga telah meningkat sebesar 3,52persen (ytd). Capaian positif penghimpunan dana di pasar modal domestik tetap berlanjut.
Sepanjang tahun 2025, nilai penawaran umum di pasar modal domestik telah mencapai Rp 274,80 triliun, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp 259,24 triliun. **












Discussion about this post