Ia menambahkan, bahwa ia yakin Rusia masih menyimpan delusi, bahwa 19 hari kekerasan terhadap kota-kota tenang (Ukraina) adalah strategi jitu. Rusia menyangkal tudingan bahwa pergerakannya menargetkan warga sipil.
Kremlin, kantor presiden Rusia, menggambarkan tindakan Rusia sebagai operasi khusus untuk melepaskan Ukraina dari kekuasaan militer dan pengaruh Nazi. Namun, Ukraina dan sekutu-sekutu Barat menyebut, tindakan itu sebagai sebuah dalih tak berdasar untuk memilih perang. ** Ant

















Discussion about this post