ADVERTISEMENT
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
Kamis, Oktober 1, 2026
Matrabisnis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
MATRA BISNIS
No Result
View All Result
  • About matrabisnis.id
  • ads BW-Media
  • Ads Meikarta
  • Contact Us
  • Galery
  • Home Page
  • Matra Bisnis
  • MB-ads
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi Bisnis

Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan 5,79 Persen

Matrabisnis by Matrabisnis
10 Juli 2023
in Ekonomi Bisnis
Reading Time: 4 mins read
A A
Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Regional Kalbar, Kukuh Sumardono Basuki (ke dua kiri) ketika menggelar konferensi pers di Pontianak, Rabu.(matra)

Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Regional Kalbar, Kukuh Sumardono Basuki (ke dua kiri) ketika menggelar konferensi pers di Pontianak, Rabu.(matra)

ADVERTISEMENT

Pertumbuhan ekonomi regional Kalimantan bergerak di angka 5,79 persen secara tahunan (yoy). Kalimantan Barat (Kalbar) berada di urutan ke tiga setelah  Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Sumber pertumbuhan Kalbar sebesar 0,72 persen dari 5,79 persen atau sebesar 12,43 persen dari total pertumbuhan ekonomi Pulau Kalimantan, yang didominasi oleh industri, pengolahan, konstruksi, pertambangan dan penggalian.

Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Regional Kalbar, Kukuh Sumardono Basuki, mengungkapkan, bahwa kinerja APBN Regional Kalbar hingga Mei masih terjaga positif. “Secara umum, kinerja APBN Regional Kalbar hingga 31 Mei 2023 terjaga dengan baik. Realisasi belanja pemerintah meningkat, seiring dengan meningkatkan aktivitas operasional kegiatan pemerintahan dan pembangunan,” jelas Kukuh ketika menggelar konferensi pers APBN Kalbar edisi bulan Juni 2023, di Kanwil DJPb Kalbar, Rabu 5 Juli 2023.

READ ALSO

Penerimaan Cukai Hingga Agustus Capai Rp 174,8 Miliar

Kinerja Fiskal Regional Catat Tren Positif, Pendapatan Negara Terkumpul Rp 9,69 Triliun

Kukuh Sumardono Basuki yang didampingi Direktur Informasi dan Teknologi Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Arif Wibawa mengungkapkan, hingga 31 Mei 2023, realisasi pendapatan Regional Kalbar menunjukkan capaian sebesar Rp 4.791,52 miliar atau sebesar 39,66 persen dari target yang ditetapkan dan masih didominasi oleh penerimaan perpajakan dari PPN dan PPh.

ADVERTISEMENT

Sedangkan, dari sisi belanja Regional Kalbar, realisasi hingga 31 Mei 2023 sebesar Rp10.660,98 miliar atau 35,09 persen dari total pagu anggaran. Terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat (K/L) sebesar Rp 3.591,24 miliar dan Belanja Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp 7.069,74 miliar.

“Seluruh pos belanja pemerintah pusat mengalami peningkatan serapan (yoy), sedangkan pada TKDD, terdapat turunnya realisasi pada Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Insentif Daerah (DID),” ucapnya.

Secara umum, beberapa hambatan realisasi belanja pada kuartal I-2023 di antaranya disebabkan oleh beberapa proyek strategis nasional, yang belum terlaksana fisiknya, lantaran cuaca dan kelangkaan BBM, sehingga terjadi hambatan distribusi material, selain beberapa material juga masih menunggu kiriman.

Menurut Kukuh, tantangan pelaksanaan APBN awal tahun juga terjadi pada pelaksanaan pengadaan barang/jasa, terkait persyaratan Kemenperin, yaitu syarat TKDN 25 persen untuk pengadaan, sehingga satker perlu menyesuaikan pengadaan yang akan dilakukan, sedangkan beberapa barang tidak memiliki kualitas sesuai dengan pagu yang dianggarkan.

Kinerja APBD (konsolidasi) Kalbar hingga Mei 2023 dengan target pendapatan daerah dalam APBD tahun anggaran 2023 sebesar Rp 25.988,89 miliar dan Pagu Belanja sebesar Rp 26.905,36 miliar. “Ada defisit sebesar Rp 916,47 miliar, dengan pembiayaan sebesar Rp 899,45 miliar dan Sisa Kurang Pembiayaan Anggaran (SiKPA) sebesar Rp 17,02 miliar,” kata Kukuh.

ADVERTISEMENT

Hingga 31 Mei 2023, realisasi pendapatan daerah (konsolidasi) Kalbar menunjukkan capaian sebesar Rp 8.089,76 miliar, masih didominasi oleh pendapatan transfer sebesar 73,71 persen dari total pendapatan. Ini menunjukkan, bahwa dukungan dana pusat melalui TKDD masih menjadi faktor dominan untuk pendanaan pada APBD (konsolidasi) Kalbar.

Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalbar hingga Mei 2023 yang terealisasi sebesar Rp 2.119,80 miliar atau 26,20 persen dari total pendapatan daerah. Pada sisi belanja, realisasi hingga 31 Mei 2023 sebesar Rp 6.128,10 miliar atau baru di kisaran 22,78 persen.

“Dengan kondisi ini, maka APBD Kalbar masih surplus sebesar Rp 1.961,65 miliar. Diperlukan perhatian khusus dari Pemda untuk mempercepat realisasi belanja daerah, karena sudah memasuki kuartal II -2023 dan realisasi masih di bawah 30 persen,” imbuh Kukuh.

Di sektor UMKM (usaha Mikro Kecil dan Menengah) sebagai penggerak perekonomian, Pemerintah memberikan dukungan melalui pembiayaan KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan UMi (Ultra Mikro) dengan subsidi bunga, yang diharapkan manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh seluruh masyarakat, bukan hanya di daerah tertentu, namun hingga pelosok negeri sekalipun.

Page 1 of 2
12Next
Tags: 79 persenKalimantan Barat (Kalbar) berada di urutan ke tigaKepala Perwakilan Kementerian Keuangan Regional Kalbarkinerja APBN Regional KalbarKukuh Sumardono BasukiPertumbuhan ekonomi regional Kalimantan bergerak di angka 5
ADVERTISEMENT
Previous Post

Atasi Bias Komunikasi, OJK Ingin Jadi Lembaga Media Friendly

Next Post

Kinerja Industri Jasa Keuangan Kalbar Tetap Terjaga

Related Posts

Penerimaan Cukai Hingga Agustus Capai Rp 174,8 Miliar
Ekonomi Bisnis

Penerimaan Cukai Hingga Agustus Capai Rp 174,8 Miliar

26 September 2026
Kinerja Fiskal Regional Catat Tren Positif, Pendapatan Negara Terkumpul Rp 9,69 Triliun
Ekonomi Bisnis

Kinerja Fiskal Regional Catat Tren Positif, Pendapatan Negara Terkumpul Rp 9,69 Triliun

25 September 2026
Pegadaian Kembali Raih ISO 22301 : 2019, Bukti Ketangguhan & Kehandalan Pegadaian
Ekonomi Bisnis

Pegadaian Kembali Raih ISO 22301 : 2019, Bukti Ketangguhan & Kehandalan Pegadaian

20 September 2026
Dari Darat, Air Hingga Udara, QRIS Menyebar Tanpa Batas
Ekonomi Bisnis

Dari Darat, Air Hingga Udara, QRIS Menyebar Tanpa Batas

18 September 2026
6th IPOSC 2026: Pertemuan Edukasi Petani Sawit Berkelanjutan
Ekonomi Bisnis

6th IPOSC 2026: Pertemuan Edukasi Petani Sawit Berkelanjutan

14 September 2026
Peraturan Devisa Hasil Ekspor SDA Diharap Menarik Minat Eksportir
Ekonomi Bisnis

Indeks Orientasi Bisnis Perbankan Berada di Zona Optimis

12 September 2026
Next Post
Kinerja Industri Jasa Keuangan Kalbar Tetap Terjaga

Kinerja Industri Jasa Keuangan Kalbar Tetap Terjaga

OJK Kalbar Terima 47 Pengaduan Konsumen

OJK Kalbar Terima 47 Pengaduan Konsumen

Sukses Terapkan Transformasi Digital XL Axiata Raih SPEx2 Awards 2023

Sukses Terapkan Transformasi Digital XL Axiata Raih SPEx2 Awards 2023

Discussion about this post

English   Indonesian

Pos-pos Terbaru

  • Untan Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Nilai Ideologi di Lingkungan Kampus
  • OJK Cabut Izin Usaha PT CSIF
  • Perluas Layanan MBG ke Wilayah 3T, BGN Siapkan 480 Dapur SPPG
  • BPKP Dorong Peningkatan Kapabilitas APIP
  • RUPSLB Indosat Sahkan Perpanjangan Masa Jabatan Vikram Sinha

Arsip

ADVERTISEMENT

Tentang Matrabisnis.id

Matrabisnis.id adalah media online pengembangan dari media cetak Matra Bisnis yang berbentuk tabloid dan terbit secara mingguan setiap hari Rabu. Matra Bisnis merupakan media cetak pertama di Kalimantan Barat, yang fokus pada berita-berita ekonomi dan terbit perdana pada tahun 2015.
  • Redaksi

Copyright Matra Bisnis @2023

No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti

Copyright Matra Bisnis @2023

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.