Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Barat, Rudy M. Harahap, menggelar Entry Meeting Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran (Evran) Tahun 2026 bersama Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, di Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Barat, Kamis 26 Februari 2026.
Pertemuan ini menjadi langkah krusial untuk memastikan alokasi APBD Kabupaten Kayong Utara benar-benar selaras dengan prioritas pembangunan nasional dan daerah.
Dalam pemaparannya, Rudy menyoroti pentingnya ketepatan perencanaan dan pengangaran di tingkat daerah untuk mendukung program strategis nasional, termasuk pencapaian target Asta Cita dan Quick Wins PHTC.
“BPKP akan memfokuskan evaluasi pada lima sektor utama, yaitu pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, penurunan prevalensi stunting, dan ketahanan pangan,” jelasnya.

Rudy menekankan, hasil evaluasi tahun sebelumnya menunjukkan adanya risiko ketidakefektifan anggaran yang cukup signifikan di Kabupaten Kayong Utara.
Tercatat terdapat anggaran senilai Rp351,87 miliar atau sekitar 99,91% rancangan sub kegiatan yang berisiko tidak efektif karena berbagai faktor, termasuk adanya sub kegiatan yang tidak relevan.
“Evaluasi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan instrumen strategis untuk memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat Kayong Utara,” katanya.












Discussion about this post