LuarKampus, startup besutan anak muda dari bumi Khatulistiwa, Kota Pontianak Kalimantan Barat, kini semakin berdaya saing global dengan keahlian teknologi kecerdasan buatan (AI). Platform edukasi digital untuk membantu pelajar mencari beasiswa di dalam dan di luar negeri ini, dinobatkan sebagai Best of The Best dalam ajang The NextDev Summit ke 10 Telkomsel pada Mei 2025 lalu.
“Hadiah yang sangat berharga bagi kami adalah, kesempatan benchmarking ke London, Inggris. Kesempatan untuk belajar langsung dari startup dan ekosistem teknologi di London, salah satu pusat inovasi global,” ujar Founder & CEO LuarKampus, Syekh Arpi Ageng kepada media ini, Kamis 27 November lalu.
Dia bercerita, bahwa di sana bertemu founder internasional, mempelajari best practice serta memahami bagaimana startup global membangun produk, mengelola tim dan mengeksekusi strategi scale-up.
Platform LuarKampus didirikan dan dipimpin langsung oleh Ageng, sementara tim intinya berjumlah lima orang yang merupakan gabungan founder, co-founder dan anggota inti yang menangani teknologi, produk serta operasional.
“Kami berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat, namun beberapa anggota tim ada berdomisili di kota lain, sehingga kultur kerja kami hybrid (lokal+remote),” tutur Ageng.
Startup ini lahir dari kesenjangan informasi, tentang ketidaktahuan pelajar atau mahasiswa bagaimana memperoleh informasi mendapatkan beasiswa dan program apa yang cocok bagi mereka. Sementara di sisi lain, pemberi beasiswa malah kesulitan mencari pendaftar yang tepat setiap tahun.

Ageng sendiri mengaku memiliki pengalaman tersebut, ia pernah drop out dari kampus lantaran tidak mampu membayar biaya kuliah. Masa-masa itu dirasakannya cukup berat, namun Ageng terus berjuang hingga menemukan peluang beasiswa yang menyelamatkan pendidikannya di Amikom, Yogyakarta.
“Sejak saat itu hidup saya berubah. Sepanjang kuliah, saya justru mendapat lebih dari 10 beasiswa dari berbagai lembaga,” ujarnya.
Pengalaman itu membuka mata Ageng. Bahwa sejatinya program beasiswa di Indonesia sebenarnya sangat terbuka, peluangnya juga besar sekali. Sayangnya masih banyak para pencari beasiswa kebingungan menangkap peluang tersebut, lantaran kesenjangan informasi.
Fenomena inilah yang kemudian menginspirasi Ageng untuk membuat platform, yang bukan hanya menampilkan daftar beasiswa semata, namun juga memberikan rekomendasi otomatis, yang seratus persen sesuai profil pengguna. Sehingga tidak ada lagi anak muda gagal sekolah, hanya karena tidak tahu peluang yang tersedia bagi mereka.
Bersama Ikhwan Ruslianto, co- founder LuarKampus dan tim, Ageng memulai proses pembuatan platform dari prototipe sederhana, kemudian berkembang menjadi MVP berbasis AI. Setelah diuji oleh ratusan pengguna pertama, LuarKampus dipublish secara bertahap di awal tahun 2024. Sekarang, platform ini telah diakses lebih dari 6 juta kali setiap bulan, dan telah membantu lebih dari 15.000 anak muda lolos beasiswa.
“LuarKampus dihadirkan untuk membuka akses pendidikan internasional bagi pelajar Indonesia yang punya potensi, tapi terbatas oleh informasi dan proses pendaftaran yang kompleks,” kata Ageng.
Melalui platform LuarKampus, akses informasi beasiswa dan persyaratan (time saving) mudah didapatkan, meningkatkan kesiapan aplikasi kandidat (guidance & template) serta menyediakan rekomendasi berbasis data (AI), sehingga kandidat memperoleh peluang yang paling relevan.
Ageng berharap, LuarKampus meningkatkan mobilitas pendidikan anak muda Indonesia, memperluas jejaring akademik dan memperkuat kemampuan sumber daya manusia Indonesia di panggung global.
Saat ini, LuarKampus telah berhasil membantu belasan ribu member, termasuk sangat banyak yang berhasil lolos beasiswa. Tercatat lebih dari 15 ribu member telah terbantu melalui platform (baik melalui rekomendasi, bimbingan atau resouces yang disediakan) untuk bisa lolos beasiswa di dalam dan luar negeri. Ini tercermin dalam pertumbuhan pengguna dan enggagement platform.
Dalam perjalanannya yang singkat, LuarKampus menggema secara nasional dan dihadiahi kemenangan The Best of The Best pada ajang The NextDev Telkomsel. LuarKampus menerima dua bentuk hadiah utama, yaitu Dana hibah dan kesempatan mengikuti international benchmarking di London, Inggris.
Dana hibah diberikan khusus untuk mendukung pengembangan platform, terutama dalam meningkatkan teknologi AI, menambah fitur baru, memperluas database beasiswa dan memperkuat operasional tim.









Discussion about this post