Gunawan menjelaskan, upaya mengenali keaslian Rupiah dapat dilakukan melalui metode 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang. Selain itu, masyarakat perlu menjaga kondisi fisik uang dengan menerapkan prinsip 5 Jangan: jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distaples, jangan diremas, dan jangan dibasahi.

“Uang Rupiah harus selalu dirawat agar tetap rapi, bersih dan utuh,” tegas Gunawan.
Ia juga mengingatkan bahwa Rupiah bukan sekadar alat tukar, melainkan lambang kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Rupiah adalah alat pembayaran yang sah berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Rupiah wajib digunakan dalam setiap transaksi di wilayah NKRI. Rupiah juga menjadi pemersatu bangsa, karena desainnya memuat keragaman budaya, pahlawan nasional, dan kekayaan alam dari berbagai daerah di Indonesia,” jelasnya.

Adapun materi digitalisasi usaha disampaikan Fise Adhi, Head Postpaid & Community Branch Telkomsel Pontianak. Ia memperkenalkan peluang kerja sama antara Telkomsel dan merchant lokal melalui skema subsidi senilai Rp10 ribu per transaksi.
Menurut Fise, merchant yang bergabung berpeluang memperoleh dukungan promosi berupa siaran SMS atau WhatsApp kepada pelanggan Telkomsel Prestige, pencantuman profil merchant di aplikasi MyTelkomsel, serta materi promosi berupa akrilik ukuran A4 atau tent card.
Ia juga memperkenalkan program loyalitas Telkomsel Poin yang dapat diakses melalui aplikasi MyTelkomsel atau dengan menghubungi kode *700 dari ponsel pelanggan.
“Telkomsel Poin diperoleh pelanggan melalui transaksi pembelian paket internet, layanan telepon, SMS, layanan digital, dan layanan Telkomsel lainnya. Poin tersebut dapat ditukarkan dengan berbagai manfaat, di antaranya diskon merchant, undian, voucher belanja, dan donasi,” kata Fise.
Sepanjang kegiatan, peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan kepada para narasumber. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat pelaku UMKM untuk memahami materi yang dinilai relevan dengan kebutuhan dan tantangan usaha mereka.
Melalui kegiatan Safety Riding & UMKM Berdaya, Matra Bisnis bersama para mitra berupaya menghadirkan edukasi yang tidak hanya berfokus pada keselamatan di jalan raya, tetapi juga menyentuh aspek penting pengembangan usaha.
“Sinergi antara media, dunia usaha, perbankan, lembaga negara, BUMN, dan mitra swasta ini diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi baru, memperluas akses informasi, serta memperkuat kapasitas pelaku UMKM di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya,” kata Barlian Pasore, ketua panitia penyelenggara.
Menurutnya, keselamatan berkendara dan penguatan ekonomi dapat berjalan beriringan. Pelaku UMKM diharapkan semakin memahami pentingnya perjalanan yang aman sekaligus mampu memanfaatkan akses pembiayaan, sertifikasi halal, edukasi keuangan, dan layanan digital untuk meningkatkan daya saing serta keberlanjutan usaha.**









Discussion about this post