ADVERTISEMENT
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti
Senin, Oktober 19, 2026
Matrabisnis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
MATRA BISNIS
No Result
View All Result
  • About matrabisnis.id
  • ads BW-Media
  • Ads Meikarta
  • Contact Us
  • Galery
  • Home Page
  • Matra Bisnis
  • MB-ads
  • Pedoman Media Cyber
  • Redaksi
ADVERTISEMENT
Home News

Puluhan Orangutan Dievakuasi di Tengah Karhutla, Lebih dari Separuh Berasal dari Area HCV Perkebunan Sawit

Matrabisnis by Matrabisnis
19 Oktober 2026
in News
Reading Time: 5 mins read
A A
Penyelamatan orangutan di tengah karhutla oleh tim BKSDA dan YIARI di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. (ist)

Penyelamatan orangutan di tengah karhutla oleh tim BKSDA dan YIARI di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. (ist)

ADVERTISEMENT

CEO YIARI, Karmele Llano Sanchez, menekankan pentingnya penyelamatan lanjutan karena masih banyak orangutan yang terjebak di area HCV PT KALE yang telah terbakar.

“Kondisi di lapangan masih sangat memprihatinkan. Di beberapa bagian, asap masih tebal, bahkan masih ditemukan titik-titik dengan tanah yang mengeluarkan asap,” ujar Dr Karmele.

READ ALSO

Pelindo dan Kejari Ketapang Perkuat Sinergi Hukum

Asmo Kalbar Apresiasi Service Gratis Bagi 500 Relawan Karhutla

Dalam kondisi seperti ini, orangutan kehilangan tempat berlindung dan sumber pakan, sementara mereka masih harus bergerak di area yang berisiko karena panas dan sisa bara. Artinya, proses penyelamatan masih harus dilanjutkan.

“Di kawasan HCV PT KALE, masih ada sejumlah orangutan yang terdampak dan membutuhkan evakuasi dan penanganan medis segera,” imbuhnya.

90 Persen Kawasan HCV Hangus Terbakar

Menurut sebuah publikasi ilmiah pada 2016, kawasan HCV perusahaan ini diperkirakan menjadi habitat bagi sekitar 150 individu orangutan Kalimantan. Secara keseluruhan, kawasan HCV memiliki rerata kerapatan sekira 5,49 individu per km².

ADVERTISEMENT

Angka yang dalam penelitian ini tergolong tinggi untuk ekosistem hutan rawa gambut dan dikaitkan dengan kondisi habitat orangutan yang semakin terbatas di luar kawasan konsesi, serta dampak kebakaran hutan.

ADVERTISEMENT

Sementara itu berdasarkan analisis citra satelit pada 1 Agustus – 25 September 2026, lebih dari 90 persen kawasan HCV telah hangus terbakar. Kondisi tersebut, menjadi perhatian penting, karena kawasan ini sebelumnya diketahui memiliki populasi orangutan yang relatif tinggi.

Temuan yang dilaporkan oleh Kementerian Kehutanan melalui siaran pers pada Jumat, 9 Oktober 2026, berupa dugaan tengkorak orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) di areal High Conservation Value (HCV) perkebunan kelapa sawit PT KALE, Kabupaten Ketapang, semakin menambah kekhawatiran terhadap keselamatan orangutan yang masih bertahan di kawasan tersebut.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, tim gabungan yang terdiri dari BKSDA Kalimantan Barat, Balai Gakkumhut Wilayah Kalimantan, DLHK Provinsi Kalimantan Barat, dan YIARI telah mengevakuasi temuan tersebut pada 8 Oktober 2026 untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Identitas spesies, penyebab, dan perkiraan waktu kematian masih menunggu hasil pemeriksaan forensik. Temuan ini menjadi perhatian penting di tengah upaya penyelamatan orangutan yang terus dilakukan di kawasan HCV PT KALE, sekaligus menegaskan perlunya memastikan perlindungan satwa liar di habitat yang berada dalam area perkebunan.

Direktur Operasional Program YIARI menyayangkan ketidaksiapan perusahaan dalam menghadapi karhutla. “Kami menyayangkan tidak adanya persiapan dan keterbukaan dari pihak perusahaan dalam menghadapi kebakaran di kawasan tersebut,” katanya.

Sejak awal, tidak ada kolaborasi maupun komunikasi dari pihak perusahaan dengan kami maupun BKSDA Kalbar terkait keberadaan orangutan di kawasan konsesi. Dampaknya pun tidak hanya dirasakan orangutan, tetapi juga satwa lain yang kami temukan mati terbakar.

“Kami sangat berharap bahwa perusahaan ini akan berkomitmen penuh untuk melakukan restorasi area yang telah terbakar,” ucapnya.

Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane menyampaikan, habitat orangutan saat ini tidak hanya berada di dalam kawasan konservasi, tetapi juga berada di luar kawasan konservasi seperti  di hutan lindung, hutan produksi, area konsesi seperti di perkebunan kelapa sawit, serta area penggunaan lain.

“Orangutan tidak mengenal batas administrasi, mereka bergerak berdasarkan kebutuhan biologis yaitu kebutuhan pakan, bersarang dan menjelajah. Oleh karena itu pelaku usaha yang di wilayah konsesinya terdapat area HCV wajib memastikan area HCV berfungsi sebagai area perlindungan keanekaragaman hayati dengan menjaga koridor satwa, tidak mengkonversi hutan yang telah diidentifikasi sebagai HCV, melaksanakan pengamanan secara berkala untuk mencegah aktivitas illegal, penanaman pohon jenis lokal yang juga menjadi sumber pakan satwa, mencegah kebakaran hutan dan lahan serta edukasi, ujarnya, ” tutur Murlan.

“Area HCV yang terdampak karhutla sepatutnya segera direstorasi untuk mengembalikan fungsi ekologis dan melindungi habitat satwa liar,” imbuhnya **

Page 2 of 2
Prev12
Tags: area perkebunan kelapa sawit PT KALE.BKSDA Kalimantan Barat dan YIARICEO YIARI sekaligus dokter hewan satwa liar Dr. Karmele Llano Sanchezepala BKSDA Kalimantan Barat Murlan Dameria Panemenyelamatkan empat orangutan
ADVERTISEMENT
Previous Post

PT Kiwoom Sekuritas Indonesia Buka Kantor Perwakilan di Kalbar

Related Posts

Pelindo dan Kejari Ketapang Perkuat Sinergi Hukum
News

Pelindo dan Kejari Ketapang Perkuat Sinergi Hukum

16 Oktober 2026
Asmo Kalbar Apresiasi Service Gratis Bagi 500 Relawan Karhutla
News

Asmo Kalbar Apresiasi Service Gratis Bagi 500 Relawan Karhutla

16 Oktober 2026
Mahasiswa Untan Pontianak Terpilih Jadi Duta Google AI
News

Mahasiswa Untan Pontianak Terpilih Jadi Duta Google AI

16 Oktober 2026
DJP Gandeng Administrasi Pajak, Bahas Tantangan Perpajakan Global
News

DJP Gandeng Administrasi Pajak, Bahas Tantangan Perpajakan Global

14 Oktober 2026
Mercure Pontianak City Center Beri Pelatihan Housekeeping Klien Balai Pemasyarakatan Kelas I Pontianak
News

Mercure Pontianak City Center Beri Pelatihan Housekeeping Klien Balai Pemasyarakatan Kelas I Pontianak

13 Oktober 2026
Untan Dalami Teknologi Energi Hijau di China
News

Untan Dalami Teknologi Energi Hijau di China

13 Oktober 2026

Discussion about this post

English   Indonesian

Pos-pos Terbaru

  • Puluhan Orangutan Dievakuasi di Tengah Karhutla, Lebih dari Separuh Berasal dari Area HCV Perkebunan Sawit
  • PT Kiwoom Sekuritas Indonesia Buka Kantor Perwakilan di Kalbar
  • Bank Kalbar Kembali Meraih Penghargaan Nasional di Ajang Infobank 15th Sharia Awards 2026
  • XLSMART Perluas Pengalaman 5G untuk Aktivitas Digital Masyarakat
  • SMKN 7 Pontianak Raih Juara 3 Best SR Creative Activity Award pada Cari Aman Academy 2026

Arsip

ADVERTISEMENT

Tentang Matrabisnis.id

Matrabisnis.id adalah media online pengembangan dari media cetak Matra Bisnis yang berbentuk tabloid dan terbit secara mingguan setiap hari Rabu. Matra Bisnis merupakan media cetak pertama di Kalimantan Barat, yang fokus pada berita-berita ekonomi dan terbit perdana pada tahun 2015.

Pos-pos Terbaru

  • Puluhan Orangutan Dievakuasi di Tengah Karhutla, Lebih dari Separuh Berasal dari Area HCV Perkebunan Sawit
  • PT Kiwoom Sekuritas Indonesia Buka Kantor Perwakilan di Kalbar
  • Bank Kalbar Kembali Meraih Penghargaan Nasional di Ajang Infobank 15th Sharia Awards 2026
  • XLSMART Perluas Pengalaman 5G untuk Aktivitas Digital Masyarakat
  • SMKN 7 Pontianak Raih Juara 3 Best SR Creative Activity Award pada Cari Aman Academy 2026
  • Redaksi

Copyright Matra Bisnis @2023

No Result
View All Result
  • News
  • Komoditi
  • Travel
  • Otomotif
  • Entertainment
    • Lifestyle
    • Musik
    • Film
  • Sosok
  • Galery
  • Sport
  • Properti

Copyright Matra Bisnis @2023

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.