CEO YIARI, Karmele Llano Sanchez, menekankan pentingnya penyelamatan lanjutan karena masih banyak orangutan yang terjebak di area HCV PT KALE yang telah terbakar.
“Kondisi di lapangan masih sangat memprihatinkan. Di beberapa bagian, asap masih tebal, bahkan masih ditemukan titik-titik dengan tanah yang mengeluarkan asap,” ujar Dr Karmele.
Dalam kondisi seperti ini, orangutan kehilangan tempat berlindung dan sumber pakan, sementara mereka masih harus bergerak di area yang berisiko karena panas dan sisa bara. Artinya, proses penyelamatan masih harus dilanjutkan.
“Di kawasan HCV PT KALE, masih ada sejumlah orangutan yang terdampak dan membutuhkan evakuasi dan penanganan medis segera,” imbuhnya.
90 Persen Kawasan HCV Hangus Terbakar
Menurut sebuah publikasi ilmiah pada 2016, kawasan HCV perusahaan ini diperkirakan menjadi habitat bagi sekitar 150 individu orangutan Kalimantan. Secara keseluruhan, kawasan HCV memiliki rerata kerapatan sekira 5,49 individu per km².
Angka yang dalam penelitian ini tergolong tinggi untuk ekosistem hutan rawa gambut dan dikaitkan dengan kondisi habitat orangutan yang semakin terbatas di luar kawasan konsesi, serta dampak kebakaran hutan.
Sementara itu berdasarkan analisis citra satelit pada 1 Agustus – 25 September 2026, lebih dari 90 persen kawasan HCV telah hangus terbakar. Kondisi tersebut, menjadi perhatian penting, karena kawasan ini sebelumnya diketahui memiliki populasi orangutan yang relatif tinggi.
Temuan yang dilaporkan oleh Kementerian Kehutanan melalui siaran pers pada Jumat, 9 Oktober 2026, berupa dugaan tengkorak orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) di areal High Conservation Value (HCV) perkebunan kelapa sawit PT KALE, Kabupaten Ketapang, semakin menambah kekhawatiran terhadap keselamatan orangutan yang masih bertahan di kawasan tersebut.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, tim gabungan yang terdiri dari BKSDA Kalimantan Barat, Balai Gakkumhut Wilayah Kalimantan, DLHK Provinsi Kalimantan Barat, dan YIARI telah mengevakuasi temuan tersebut pada 8 Oktober 2026 untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Identitas spesies, penyebab, dan perkiraan waktu kematian masih menunggu hasil pemeriksaan forensik. Temuan ini menjadi perhatian penting di tengah upaya penyelamatan orangutan yang terus dilakukan di kawasan HCV PT KALE, sekaligus menegaskan perlunya memastikan perlindungan satwa liar di habitat yang berada dalam area perkebunan.
Direktur Operasional Program YIARI menyayangkan ketidaksiapan perusahaan dalam menghadapi karhutla. “Kami menyayangkan tidak adanya persiapan dan keterbukaan dari pihak perusahaan dalam menghadapi kebakaran di kawasan tersebut,” katanya.
Sejak awal, tidak ada kolaborasi maupun komunikasi dari pihak perusahaan dengan kami maupun BKSDA Kalbar terkait keberadaan orangutan di kawasan konsesi. Dampaknya pun tidak hanya dirasakan orangutan, tetapi juga satwa lain yang kami temukan mati terbakar.
“Kami sangat berharap bahwa perusahaan ini akan berkomitmen penuh untuk melakukan restorasi area yang telah terbakar,” ucapnya.
Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane menyampaikan, habitat orangutan saat ini tidak hanya berada di dalam kawasan konservasi, tetapi juga berada di luar kawasan konservasi seperti di hutan lindung, hutan produksi, area konsesi seperti di perkebunan kelapa sawit, serta area penggunaan lain.
“Orangutan tidak mengenal batas administrasi, mereka bergerak berdasarkan kebutuhan biologis yaitu kebutuhan pakan, bersarang dan menjelajah. Oleh karena itu pelaku usaha yang di wilayah konsesinya terdapat area HCV wajib memastikan area HCV berfungsi sebagai area perlindungan keanekaragaman hayati dengan menjaga koridor satwa, tidak mengkonversi hutan yang telah diidentifikasi sebagai HCV, melaksanakan pengamanan secara berkala untuk mencegah aktivitas illegal, penanaman pohon jenis lokal yang juga menjadi sumber pakan satwa, mencegah kebakaran hutan dan lahan serta edukasi, ujarnya, ” tutur Murlan.
“Area HCV yang terdampak karhutla sepatutnya segera direstorasi untuk mengembalikan fungsi ekologis dan melindungi habitat satwa liar,” imbuhnya **









Discussion about this post