Fojekha juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan, melindungi keluarga, serta ikut mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
“Mari bersama melindungi diri, keluarga, dan lingkungan. Udara bersih adalah hak kita bersama. Untuk itu cegah karhutla, jaga kesehatan, wujudkan Kalbar lebih sehat,” katanya.
Di tengah kabut asap yang belum sepenuhnya beranjak dari Pontianak, para pedagang tetap membuka lapaknya dan masyarakat tetap menjalankan aktivitas. Masker menjadi perlindungan sederhana yang bisa dilakukan, sementara pencegahan karhutla menjadi pekerjaan bersama agar udara bersih kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kota Pontianak meskipun sempat diguyur hujan, namun kabut asap masih tetap menyelimuti. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas perdagangan, masyarakat yang bekerja, berbelanja maupun berkendara di ruang terbuka juga harus turut terdampak.
Untuk tetap menjaga kesehatan, masyarakat diimbau selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap bagi kesehatan, salah satunya adalah dengan menggunakan masker ketika berada di luar rumah.**










Discussion about this post